PGN Pastikan Bukan Penyebab Kebakaran PT Mandom

PGN Pastikan Bukan Penyebab Kebakaran PT Mandom

Personel Puslabfor Mabes Polri berjalan di area tempat kejadian perkara kebakaran akibat ledakan di pabrik kosmetik, PT Mandom, di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/7/15). Lima orang tewas dan 57 orang mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Minggu, 12 Juli 2015 | 08:40

Setelah kami cek, jaringan piga gas kami dalam keadaan baik dan aman semua,"

Irwan Andri Atmanto

Jakarta (ANTARA News) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk memastikan kebakaran gedung PT Mandom di Cikarang, Jawa Barat, bukan disebabkan dari ledakan jaringan gas milik perusahaan BUMN tersebut.

"Setelah kami cek, jaringan piga gas kami dalam keadaan baik dan aman semua," kata Kepala Divisi Komunikasi PT PGN, Irwan Andri Atmanto, saat dihubungi Antaranews, di Jakarta, Minggu.

Kebakaran PT Mandom Cikarang pada Jumat (10/7) menewaskan lima orang dan melukai 57 orang lainnya.

Irwan juga mengatakan bahwa PT Mandom bukan merupakan pelanggan PT PGN. "Kami memang ada jaringan di kawasan tersebut namun Mandom bukan pelanggan kami," katanya.

Ia menjelaskan, begitu mendengar peristiwa tersebut maka petugas PGN terdekat langsung mengecek kondisi pipa di lapangan.

Setelah diperiksa, kondisi pipa PGN dalam keadaan baik dan tidak ada yang bocor.

Petugas juga memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak berdampak kepada pipa gas PGN yang letaknya berdekatan dengan peristiwa tersebut sehingga kondisi pipa terdekat dengan pabrik yang terbakar tersebut tidak terpengaruh.

Untuk itu Irwan meminta pelanggan PGN tidak perlu khawatir mengenai kondisi pipa gas PGN karena semuanya dalam keadaan aman.

Irwan juga mengatakan bahwa perusahaannya selalu melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi pipa gas perusahaan.

"Karena bagi kami keselamatan adalah nomor satu dan tidak  bisa ditawar lagi," katanya.

Irwan tidak mau mengomentari mengenai jaringan gas milik siapa yang diduga sebagai penyebab kebakaran. Namun demikian, Irwan mengatakan bahwa perusahaannya mendukung dan siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar