Petugas PPS Terjaring OTT Akan Diberhentikan Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

Petugas PPS Terjaring OTT Akan Diberhentikan Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

KPU Medan.

(jw/rzd)

Rabu, 24 April 2019 | 16:29

Analisadaily (Medan) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan memastikan akan menindak tegas petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang diduga diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan yang berada di Kecamatan Medan Tembung, beberapa hari lalu.

Komisioner KPU Kota Medan Bidang Koordinator Divisi Hukum, Zefrizal mengatakan, pihaknya sejauh ini masih mengidentifikasi persoalan OTT tersebut.

"KPU Kota Medan sudah meminta laporan itu secara berjenjang, kabarnya orang yang tertangkap OTT itu adalah PPS di tingkat kelurahan. Masih ada satu jenjang lagi di atasnya, yakni kecamatan. Sejauh ini kecamatan kita perintahkan untuk membuat kronologisnya, kemudian siapa pelakunya, dan siapa yang melakukan OTT," katanya, Rabu (24/4).

Saat ini KPU Medan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang menangani kasus tersebut.

"Jika Gakkumdu sudah punya keputusan yang berkekuatan hukum tetap, maka secara etik jika pelakunya benar adalah penyelenggara kami di tingkat kelurahan atau di tingkat pengawas di kelurahan itu, kami akan memecatnya sesuai peraturan yang ada. Kami meminta semuanya untuk bersabar, karena sedang bergulir sejauh mana pemeriksaan yang dilakukan Gakkumdu," jelasnya.

Menurut Zefrizal, jika benar OTT tersebut terjadi, maka sesuai mekanismenya dan sesuai surat edaran KPU RI ketika ada dugaan etik atau pelanggaran pidana dilakukan penyelenggara adhoc, misalnya PPK atau PPS, nanti KPU Medan akan pleno membentuk tim pemeriksa.

"Ketua timnya akan dimpimpin Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Medan, saya sendiri, anggotanya dua, kita panggil yang terlibat dan yang mengetahui, lalu setelah tim pemeriksa bisa menyimpulkan, tim pemeriksa akan mengembalikan hasil pemeriksaan ke KPU Medan. Kita pleno lagi untuk memutuskan sanksinya itu seperti apa. Jika benar terjadi OTT dan pelakunya adalah PPS, kita pastikan berhentikan," ucapnya.

Terkait apakah OTT tersebut mengganggu proses rekapitulasi di Kecamatan Medan Tembung, Zefrizal memastikan tidak menggangu karena terjadi sehari sebelum Pemilu 2019.

"Berdasarkan laporan yang kami terima kejadiannya terjadi pada Selasa (16/4) kemarin. Artinya Pemilu sudah lewat dan ini sudah masuk tahap rekap dan tidak ada tahapan yang diganggu. Saat ini rekapan di Kecamatan Medan Tembung berjalan lancar dan tertib, tinggal bagaimana kita mengawal terhadap yang sudah terjadi OTT tadi," sambung Zefrizal.

Dugaan OTT tersebut dilakukan oleh PPS Kelurahan Sidorejo Hilir, berinisial MM. Dalam OTT tersebut disita uang jutaan rupiah yang diduga untuk dibagikan ke warga demi memenangkan salah satu oknum Caleg.

MM disebutkan diciduk saat menata pendistribusian kotak suara dan surat suara ke TPS-TPS di Kelurahan Sidorejo Hilir. Penangkapan MM diduga bagian dari penangkapan yang dilakukan sebelumnya terhadap ES dan JT. Keduanya ditangkap dari tempat berbeda.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar