Petugas KSOP Tanjung Balai Terjaring OTT Polda Sumut

Petugas KSOP Tanjung Balai Terjaring OTT Polda Sumut

Pemaparan pungli oleh petugas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai di Mapolda Sumut, Jumat (11/5)

(jw/eal)

Jumat, 11 Mei 2018 | 16:10

Analisadaily (Tanjung Balai) - Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua petugas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai, Asahan.

Dalam OTT itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai Asahan, Juliansyah, dan nakhoda patroli Kapal Sar-01, M. Arif, diamankan beserta barang bukti sejumlah uang diduga hasil pungutan liar (pungli).

"Keduanya ditangkap di kantornya di Jalan Pelabuhan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai pada Rabu (9/5) lalu," kata Dirkrimsus Polda Sumut, Kombes Pol. Toga Habinsaran Panjaitan, Jumat (11/5).

Toga menjelaskan, keduanya tertangkap tangan melakukan pungli dalam pengurusan surat ukur dalam negeri sementara, sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan, pas besar sementara dan Grosse Akta.

"Penangkapan ini terjadi saat seorang warga melakukan pengurusan dokumen kapal penangkap ikan terhadap kapal KM. Jaya Sempurna II dan Kapal KM. Jaya Sempurna III milik saksi bernama Koko Suwendi ke KSOP Tanjung Balai Asahan, Rabu (9/5) sekitar pukul 15.00 WIB," jelas Toga.

"Dalam pengurusan surat ukur dalam negeri sementara, pas besar sementara, dan sertifikat kelaikan dan pengawakan, Juliansyah mengutip Rp 8 juta dari Koko. Sementara M. Arif juga mengutip Rp 6 juta untuk pengurusan Grosse Akta kedua kapal," sambung Toga.

Toga menuturkan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 15 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak, bahwa tarif yang berlaku pada Kementerian Perhubungan untuk surat ukur dalam negeri GT 7 sampai GT 35 sebesar Rp 100 ribu, pas besar sementara GT 7 sampai GT 100 sebesar Rp 150 ribu, sertifikat kelaikan kapal ikan GT 7 sampai GT 35 sebesar Rp 75 ribu dan Grosse Akta GT 17 sampai GT 100 sebesar Rp 250 ribu.

"Mereka diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Sumut saat melakukan pungutan yang tidak sesuai dengan aturan tersebut," tutur Toga.

Toga mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa kedua tersangka dan lima saksi dari KSOP Tanjung Balai Asahan. Selanjutnya petugas akan menelusuri keterlibatan pihak lain, termasuk meminta keterangan dari atasan kedua tersangka.

"Berdasarkan penyidikan, pungli ini sudah dilakukan kedua tersangka sejak dua tahun terakhir. Namun Polda Sumut belum dapat mengkalkulasikan total uang hasil pungli yang telah mereka nikmati," ungkapnya.

Toga menambahkan bahwa peristiwa ini juga sebagai peringatan kepada instansi pemerintah yang berhubungan dengan perizinan untuk dapat bekerja sesuai dengan standar yang ditentukan.

"Ini peringatan agar melaksanakan tugas sesuai standar yang ditentukan. Jadi ini juga warning kepada teman-teman di dinas yang berhubungan dengan izin," tambahnya.

"Atas perbuatannya, kedua disangka telah melanggar Pasal 12 huruf (e) sub Pasal 11 UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1e KHUPidana. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara," pungkas Toga.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar