Petani Diajak Tingkatkan Kualitas Hasil Pertanian dan Hortikultura

Petani Diajak Tingkatkan Kualitas Hasil Pertanian dan Hortikultura

Sosialisasi Petani Penerima Bantuan Tanaman Hortikultura se-Kabupaten Kota di Sumut, Rabu (13/12).

(jw/rzd)

Rabu, 13 Desember 2017 | 22:06

Analisadaily (Medan) - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Berdasarkan data statistik Tahun 2016, kontribusi produk domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut Bidang Pertanian, Kehutanan dan Perikanan berkontribusi sebesar  21,65 persen. Dari jumlah itu, Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura berkontribusi sebesar 6,16 persen.

"Potensi lahan pertanian tanaman pangan di Sumut cukup luas. Lahan sawah saja seluas 433 ribu hektare dan lahan kering yang bisa diolah mencapai 1,2 juta hektare lebih. Ini harus kita jaga dan kelola dengan baik, jangan sampai terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian," kata Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, saat membuka Sosialisasi Petani Penerima Bantuan Tanaman Hortikultura se-Kabupaten Kota di Sumut, Rabu (13/12).

Dijelaskan, potensi komoditi tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai akan terus dikembangkan, termasuk tanaman hortikultura seperti aneka cabai, bawang merah dan buah-buahan di dataran tinggi dan rendah. Namun saat ini Sumut memiliki isu strategis pembangunan pertanian yang harus segera diminimalisir, yakni masih kecilnya kepemilikan lahan sekitar 0,2-0,5 hektar per KK.

Kemudian masih terjadinya alih fungsi lahan pertanian, kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi pertanian di beberapa daerah masih rendah, dan kecenderungan masyarakat masih mengonsumsi buah-buahan impor, karena kualitas produk lokal dianggap di bawah standar.

"Isu strategis lainnya, masih rendahnya penggunaan bibit atau benih unggul bersertifikat sehingga produktivitas dan kualitas tidak sesuai dengan yang diharapkan," jelasnya.

Selain isu strategis tersebut, saat ini pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura Sumut juga masih dihadapkan dengan masalah kenaikan produksi tidak seimbang, dengan pertambahan jumlah penduduk dan distribusi pangan yang belum merata, konsumsi beras yang masih tinggi mencapai 126,7 Kg  per orang per tahun. Permintaan produk hortikultura yang terus meningkat harus diimbangi dengan penyediaan yang cukup dan terjaga.

"Oleh karena itu isu-isu strategis tadi perlu dikaji dan dibahas agar dapat diminimalisir," ungkap Gubsu.

Erry menambahkan, berbagai upaya harus terus dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan penambahan luas area tanam. Dalam rangka menghadapi pasar global terutama di Asia Tenggara, Gubsu mengingatkan agar terus meningkatkan mutu dan kualitas yang dimulai dengan bibit atau benih yang bersertifikat, serta benih yang diberikan.

Petani juga diharapkan menerapkan good agri culture pratice atau memiliki standar operasional prosedur. Selain itu, terus menumbuh kembangkan central produksi hortikultura yang berbasis organik yang aman dikonsumsi dan ramah lingkungan.

"Keempat setiap daerah diharapkan menumbuhkan claster kawasan hortikultura yang berdaya saing dan berorientasi ekspor. Kelima segala usaha pengembangan hortikultura harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan seluruh petani menanam dan memelihara bibit yang diberikan dengan baik dapat berhasil meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani itu sendiri. Dan terakhir kepada pemerintah kabupaten kota diharapkan dapat bersinergi dalam melaksanakan upaya peningkatan hortikultura kita," pungkasnya.

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikulura, Azhar Harahap menambahkan, Sosialisasi Petani Penerima Bantuan Tanaman Hortikultura dapat menjadikan petani hortikultura maju dan sejahtera menuju Sumut Paten. Kegiatan digelar selama dua hari hingga Kamis (14/12) mendatang dan diikuti 200 peserta dari 20 Kabupaten Kota di Sumut.

"Melalui kegiatan tersebut, kami berharap kemampuan dan keterampilan dan peningkatan kualitas mutu hasil pertanian dapat tercapai dengan lebih baik," tambahnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar