Pertobatan Membawa Semangat Perubahan

Pertobatan Membawa Semangat Perubahan

Momen pelantikan pengurus baru bidang Kehartaaan, Dewan Pelayanan Gereja dan Seksi-seksi, HKBP Maranatha, Kecamatan Helvetia Tengah, Medan, Minggu (21/4)

(dgh/eal)

Minggu, 24 April 2016 | 14:13

"Kebenaran ini menandakan bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang"

Pdt Dr. Deonal Sinaga

Analisadaily (Medan) - Pertobatan idealnya membawa perubahan dalam hidup. Karena itu, pertobatan dari jalan gelap menuju terang, tidak boleh setengah hati. Totalitas hidup dalam pertobatan lah yang akan membawa manusia menuju perubahan paradigma, sikap dan tingkah laku sehari-hari hingga membawa dampak bagi lingkungan.

Demikian disampaikan oleh Pendeta Sabar M. Hutabarat, S.Th, Medan, dalam pelantikan pengurus baru Bidang Kehartaaan, Dewan Pelayanan Gereja dan Seksi-seksi, HKBP Maranatha, Jalan Perkutut, Kecamatan Helvetia Tengah, Medan, Minggu (21/4).

Melalui totalitas hidup yang berpusat pada Tuhan, sambung Pdt Sabar menyitir Kisah Para Rasul 11 ayat 1-8, para pengurus yang baru dilantik ini diharapkan mampu membawa semangat perubahan dalam pelayanan di tengah-tengah masyarakat dan gereja sesuai keterampilan dan kompetensi bidang masing-masing.

Kendati pelantikan membawa semangat baru, bukan berarti tidak ada perintang. Sebab perubahan selalu datang bersama tantangan.

"Tetapi janganlah patah arang. Kita sebagai pelayan, perlu terus berubah, menjadi manusia pembelajar yang tangguh. Kita bahkan harus jadi pelopor perubahan," sambung Pendeta Sabar Hutabarat.

Menilik sejarah, Pdt Dr. Deonal Sinaga dari HKBP Cinta Damai menambahkan, Kisah Para Rasul 11 ayat 1-8 lebih menggambarkan tentang berita suka cita tentang karya keselamatan Tuhan yang harus sampai ke seluruh penjuru. Bahwa sesungguhnya, karya keselamatan itu juga sampai kepada orang-orang non-Yahudi.

"Kebenaran ini menandakan bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan mengamalkan kebenaran, berkenan kepada-Nya," terang Pdt Deonal.

Dan kebenaran ini harus terus dipertahankan hingga hari ini dan masa mendatang. Jika dulu ini jadi kabar baik, begitu juga hari ini. Karya keselamatan Tuhan sampai kepada kita jua. Karena itulah kita menjadi warga kerajaan Allah, sekaligus warga bumi. Inilah kekayaan paling besar yang kita miliki.

Walau sesungguhnya kita tidak layak menerima itu, sebab kita bukan orang Yahudi, melainkan umat berdosa. Tetapi karena karya keselamatan Allah tidak dibatasi oleh suku, bangsa, bahasa, status sosial ekonomi politik, bahkan tingkat kekudusan, makanya kita memperoleh itu.

Penatua atau Sintua V Hutajulu, M Pasaribu, H. Siregar dan R Manalu terpilih sebagai pengurus Parartaon. Sementara St H Tambunan didapuk sebagai Ketua Dewan Diakonia, Drs SJ Manalu Ketua Dewan Koinonia¸ St. A Manalu Ketua Dewan Marturia.

(dgh/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar