Pertamina Pastikan Pasokan LPG di Padangsidempuan Tetap Aman

Pertamina Pastikan Pasokan LPG di Padangsidempuan Tetap Aman

Ilustrasi.

Kamis, 8 November 2018 | 11:34

Analisadaily (Medan) - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I pastikan bahwa pasokan LPG 3 Kilogram (Kg) di Padangsidempuan tetap aman.  Rata-rata penyaluran LPG 3 Kg untuk Padangsidempuan adalah sebesar 9,6 MT per hari, dan tidak ada pengurangan pasokan sama sekali.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto mengatakan, realisasi penyaluran LPG 3 Kg pada Januari hingga Oktober 2018 adalah sebesar 2.423 MT. Sedangkan kuota pada Januari sampai Oktober 2018 untuk Kodya Padangsidempuan dari pemerintah sebesar 2.359 MT.

“Penyaluran untuk Padangsidempuan sendiri sudah over 3 persen dari yang sudah ditargetkan pemerintah,” kata Rudi, Kamis (8/11).

Disebutkan, terdapat 3 Agen yang menyalurkan LPG 3 Kg dengan 74 pangkalan yang menyebar di seluruh desa kecamatan Padangsidempuan. Harga Eceran Tertinggi (HET) wilayah Padangsidempuan sebesar Rp 16.000 per tabung.

Pertamina memastikan ketersediaan LPG 3 Kg tetap mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang tidak mampu dan tidak ada pengurangan pasokan LPG 3 Kg di wilayah Padangsidempuan.

“Masyarakat mampu dan restoran serta usaha komersial lainnya diimbau untuk menggunakan LPG non subsidi, sehingga LPG 3 Kg bisa lebih tepat sasaran,” sebutnya.

Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Peruntukan LPG 3 Kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp 1,5 juta per bulan atau Usaha Mikro. Bagi warga mampu, Pertamina menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg dan LPG tabung biru 12 Kg serta 50 Kg untuk usaha komersial.

“Pertamina juga mengharapkan Pemerintah Daerah untuk mengawasi dan membina rumah makan dan restoran yang masih menggunakan LPG 3 Kg untuk beralih ke LPG non subsidi,” ucapnya.

Pertamina menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mengawal penyaluran distribusi LPG 3 Kg, dengan memberikan laporan apabila ditemukan tindak penyalahgunaan di lapangan dan juga melaporkan bila menemukan agen LPG yang menjual di atas HET, yaitu Rp 16.000 disertai dengan bukti ke kontak Pertamina di 1 500 000. 

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar