Persoalan Handphone, Pemuda Gorok Leher Temannya

Persoalan Handphone, Pemuda Gorok Leher Temannya

Korban penikaman di Desa Alang Bonbon, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara

(jw/eal)

Senin, 17 Juni 2019 | 19:20

Analisadaily (Asahan) - Diduga akibat masalah handphone, seorang pemuda di Desa Alang Bonbon, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, nekad menikam dan menggorok temannya hingga meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ricky Pripurna Atmaja, mengatakan pembunuhan itu terjadi hari Minggu (16/6) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku berinisial A alias Deden (23), warga Dusun II Desa Bangun, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.

"Korbannya bernama Riswan Effendi (28), warga Dusun VI Desa Alang Bonbon. Pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara menggorok dan menikaminya. Saat ini polisi masih memburu pelaku," kata Ricky, Senin (17/6).

Ricky menjelaskan, awalnya korban Riswan Effendi menonton hiburan keyboard di Dusun VI Desa Alang Bonbon. Kemudian korban dipanggil oleh tersangka dan diajak ke warung milik Sarmini. Di tempat itu tersangka berniat menebus handphone yang digadaikannya kepada korban.

"Namun Riswan ternyata sudah menjual handphone itu kepada orang lain. Pertengkaran pun terjadi hingga terjadi pembunuhan yang dilakukan tersangka. Tersangka langsung melarikan diri," jelasnya.

Mendapat laporan warga, petugas dari Polsek Pulau Raja dibantu Polres Asahan langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

"Dari pemeriksaan, korban didapati mengalami luka gorok di leher. Selain itu ada sejumlah luka tusuk di dada dan bagian tubuh lain," ungkapnya.

Pada saat melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan pisau di dekat lokasi kejadian.

"Tersangka diduga membuang pisau yang digunakannya untuk membunuh korban. Pisau itu ditemukan di semak-semak sekitar lokasi kejadian," sambung Ricky.

"Polres Asahan masih memburu Deden. Sementara jasad korban telah dibawa ke RSUD Djasamen Saragih di Pematang Siantar untuk diautopsi. Terhadap tersangka dapat dijerat dengan pasal 338 KUHPidana," pungkasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar