Pernyataan Gus Irawan Dinilai Sebagai Bentuk Frustasi Politik Akut

Pernyataan Gus Irawan Dinilai Sebagai Bentuk Frustasi Politik Akut

Juru Bicara Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Ma’ruf Amin Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, Selasa (12/2).

(csp)

Selasa, 12 Februari 2019 | 16:35

Analisadaily – Pernyataan Gus Irawan tentang setiap kepling diwajibkan memperoleh 120 suara untuk petahana di Pemilu 2019, dinilai sebagai bentuk frustasi politik akut. Penilaian itu disampaikan Juru Bicara Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Ma’ruf Amin Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, Selasa (12/2).

TKD Joko Widodo Ma'ruf Amin Sumatera Utara tidak dapat menerima tuduhan, fitnah, hoax yang dikaitkan dengan Paslon 01.

Menurut Sutrisno, jika Gus Irawan tidak berani mendatangi Polda dan Bawaslu, maka ia meyakini, pernyataan itu sebagai ekpresi kepanikan melihat respon masyarakat Sumatera Utara yang semakin yakin memilih Paslon 01.

“Orang yang menyadari posisinya semakin lemah, tidak berdaya, akan menyerang dengan cara membabibuta. Jika tidak ada niat baik, dan kesungguhan Gus Irawan melaporkan temuan itu, maka pernyataan itu merupakan frustrasi politik akut, hingga akhirnya menyampaikan tuduhan- tuduhan yang bisa memancing kegaduhan politik,” ujarnya.

“Kami tetap konsisten menjadikan Pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi. Maka, kami akan tetap berjuang menabur kebaikan, dan menebar optimisme. Kami juga akan menghadirkan kegembiraan, sukacita, damai, dan kesejukan politik. Sebab, kami meyakini, pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat,” tegas Sutrisno.

Karena itu, Sutrisno meminta kepada seluruh elit politik, untuk menjaga mulutnya, tidak asal bunyi. Dan, ia juga mengajak agar menunjukkan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang beradab.

“Demokrasi yang kita anut itu Demokrasi Pancasila. Sehingga nilai-nilai Pancasila harus terasa dalam setiap pemilu yang kita selenggarakan. Elit politik harus memberi contoh dan keteladanan, sehingga rakyat akan disuguhi pertandingan politik yang menarik, yang menghadirkan kegembiraan,” tambahnya.

Selanjutnya Sutrisno menginginkan, pernyataan Gus Irawan, yang juga Ketua Badan Pemenangan Daerah Paslon Prabowo-Sandi Sumatera Utara itu, harus di respon dengan serius oleh Polda Sumatera Utara dan Bawaslu Sumatera Utara.

Polda dan Bawaslu diminta untuk proaktif, menjemput bola, dengan segera memanggil Gus Irawan. Pernyataannya di media harus diyakini mengandung kebenaran, sebab beliau pasti memahami bahwa negara kita adalah negara hukum.

“Jika Gus Irawan tidak mendatangi Polda dan Bawaslu, maka Polda dan Bawaslu yang harus memanggilnya. Beliau harus diminta untuk membawa bukti- bukti tuduhannya. Sebab, dalam pernyataan telah menyebut angka, jabatan, dan lokasi. Maka itu sangat mudah untuk dibuka. Kami meyakini, tokoh sehebat beliau tidak asbun,” ucap Sutrisno.

Sebelumnya, Gus Irawan mengatakan,setiap kepling juga diwajibkan memperoleh 120 suara untuk Jokowi-Ma'ruf Amin di Pemilu 2019. Jika tidak mampu, posisinya akan digantikan dengan orang lain.

"Ada instruksi dari camat melalui lurah, setiap kepling diwajibkan mampu menghasilkan 120 suara di masing-masing wilayahnya untuk paslon 01," kata seorang kepling di Kecamatan Medan Baru yang identitasnya sengaja dirahasiakan, Senin (11/2).

Kata dia, 120 warga yang memilih paslon Jokowi-Ma'ruf juga harus dilengkapi identitas jelas, mulai dari foto kopi e-KTP dan kartu keluarga.

Seorang Kepling di Kecamatan Helvetia menambahkan, berdasarkan informasi yang didapatinya bahwa 120 warga yang didata itu akan diberikan hadiah sembako jelang hari pemungutan suara. "Kami lakukan ini karena perintah pimpinan," terangnya.

(csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar