Permata KPK Pertanyakan Anggaran Dana PAUS

Permata KPK Pertanyakan Anggaran Dana PAUS

Unjuk rasa Permata KPK di Mapolres Asahan

Rabu, 25 April 2018 | 10:00

Analisadaily (Asahan) - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Tangkap Komplotan Koruptor (Permata KPK) menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Asahan, Mapolres Asahan dan Kantor Bupati Asahan, Selasa (24/4).

Aksi ini dilakukan untuk menyikapi anggaran hibah Pendekar Asahan Urusan Sapu Bersih (PAUS) senilai Rp 1,5 miliar yang berada di bawah naungan Polres Asahan dan dinilai sebagai pemborosan anggaran.

Puluhan massa yang membawa alat peraga foster dan megafon itu datang menggunakan puluhan sepeda motor yang dikawal personil Polres Asahan dan Satpol PP.

Dalam aksinya, mahasiswa mengawali aksi unjuk rasa di depan pintu masuk Kantor DPRD Asahan dan meminta sikap serta pertanggung jawaban dewan yang dinilai terlalu berani dalam mengesahkan dan menampung uang APBD Asahan tahun 2018 untuk kepentingan Pendekar Asahan Urusan Sapu Bersih (PAUS) Narkoba di Institusi Polres Asahan sebesar Rp 1,5 miliar.

Solehuddin Marpaung selaku koordinator aksi menuding anggaran sebanyak itu merupakan pemborosan uang rakyat yang tidak jelas peruntukannya dalam pembangunan masyarakat Asahan. Bahkan mereka menilai pihak legislatif hanya berpihak kepada kepentingan lembaga vertikal saja, bukan berpihak kepada kepentingan rakyat Asahan.

"Masih banyak di Asahan ini jalan desa dan jalan kecamatan yang belum tersentuh oleh pembangunan. Bahkan, masih banyak lagi rumah rakyat miskin yang belum direhab oleh Pemkab Asahan, namun kenapa Pemkab dan DPRD mau sesuka hatinya memberikan uang rakyat dengan menghibahkannya ke lembaga PAUS yang tidak jelas identitasnya tanpa berbadan hukum," ujar Solehuddin Marpaung, dalam rilisnya, Rabu (25/4).

Solehuddin mengatakan, Anggota DPRD Asahan, Sofyan Ismail, sempat menemui pengunjuk rasa. Namun dia mengaku tidak mengetahui adanya dana sebesar Rp 1,5 Miliar untuk PAUS.

"Saya juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Asahan. Namun dalam nota pengesahan paripurna saat itu, saya tidak ada melihat dana sebesar itu untuk PAUS. Sedangkan PAUS saja saya tidak tau apa itu," ucap Sofyan Ismail.

Selesai mendengarkan jawaban dari dewan yang dituding mereka tidak berkompeten dan tidak mengerti apa-apa, puluhan aktivis itu pun langsung melanjutkan aksinya ke Polres Asahan.

Unjuk rasa Permata KPK di Kantor DPRD Asahan

Unjuk rasa Permata KPK di Kantor DPRD Asahan

Di Mapolres Asahan, para demonstran dilarang masuk karena dinilai mengganggu kinerja kepolisian. Namun disini mereka hanya diperbolehkan melakukan orasi di depan pagar pintu  masuk Mapolres.

"Tim PAUS dibentuk terkesan hanya untuk menyerap dana hibah APBD Asahan secara berturut-turut. Dan diduga kuat adanya konspirasi diantara institusi demi kepentingan pribadi oknum pimpinan. Untuk itu kami meminta BPK RI untuk mengaudit dana PAUS dan keuangan Polri untuk Polres Asahan," sambung Solahuddin Marpaung.

Usai menyampaikan orasinya, tidak beberapa lama Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Wilson Siregar, yang merupakan penanggung jawab PAUS Asahan langsung datang dan menemui para pengunjuk rasa.

"Saya yang bertanggung jawab di PAUS ini. Jika ada penyimpangan dan temuan atau permainan anggaran dana hibah Pemkab Asahan ke PAUS ini, saya siap dipenjara," ujar Wilson.

Usai mendengarkan jawaban dari Kasat Narkoba Polres Asahan, akhirnya pendemo melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Asahan. Namun disana para pendemo nyaris bentrok dengan petugas Satpol PP Asahan.

Pasalnya, setelah satu jam melakukan aksi di depan pintu masuk Kantor Bupati, tak satu pun pejabat yang menemui mereka.

Unjuk rasa Permata KPK di Kantor Bupati Asahan

Unjuk rasa Permata KPK di Kantor Bupati Asahan

"Kami kesini datang sebagai rakyat. Namun kenapa ketika kami datang untuk menyampaikan aspirasi kami kepada bupati, satu pun tidak ada perwakilan dari Pemkab yang bersedia menemui kami," sesal Sholahuddin.

Selesai orasi, masa langsung melakukan aksi sweeping ke Kantor Bupati Asahan. Namun ketika mereka akan menjalankan aksinya, tiba-tiba Kepala Kantor Kesatuan Bangsa (Kakan Kesbang), Sori Muda Siregar, datang menemui pendemo dan mengatakan akan menyampaikan aspirasi para pendemo ke Bupati Asahan.

"Saya akan menyampaikan semua aspirasi dan tuntutan adik-adik aktivis mahasiswa kepada Pak Bupati. Kalau keputusan saya tidak bisa karena itu semua wewenang pimpinan," ucap Sori Muda Siregar pada pengunjuk rasa.

Usai mendengarkan jawaban dari Kakan Kesbang, para aktivis langsung membubarkan diri dengan tertib.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar