Perjuangan Panjang Kelompok Tani Rencong Hasilkan SK Perhutanan Sosial

Perjuangan Panjang Kelompok Tani Rencong Hasilkan SK Perhutanan Sosial

Wibi Nugraha

(rel/eal)

Selasa, 15 Januari 2019 | 17:39

Analisadaily (Aceh) - Perjuangan panjang aktivis lingkungan hidup, Wibi Nugraha, dalam mengupayakan legalitas lahan binaannya sukses membuahkan hasil positif.

Kelompok Tani Rencong di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, akhirnya mendapatkan legalitas SK Perhutanan Sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia dengan luas wilayah sekitar 1.880 hektare.

"Hampir setahun perjuangan ini namun akhirnya berhasil. Saya hanya petani mangrove, namun ada teman di Aceh Utara menghubungi saya untuk membantu masyarakat yang tinggal di dekat hutan guna mendapatkan legalitas dari Kementerian LHK," kata Wibi, Selasa (15/1).

Pegiat lingkungan khususnya budidaya hutan mangrove inipun menyanggupi permohonan para petani di Aceh Utara untuk membantu upaya mendapatkan legalitas lahan.

"Saya berjanji akan bantu, seiring berjalannya waktu saya berkunjung ke desa mereka di Aceh Utara, bertemu ratusan warga desa yang sangat berharap agar mereka bisa mengelola hutan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan," sambungnya.

Kemudian Wibi menyusun tim kecil yang berjumlah tiga orang untuk masuk hutan dan melakukan pemetaan, survei lokasi serta mewawancarai warga desa yang benar-benar ingin mengelola hutan untuk kesejahteraan.

Setiap pekan Wibi rutin berangkat dari Medan menuju Aceh Utara untuk bertemu masyarakat adat. Dia berangkat dengan modal sendiri karena tekad untuk kelestarian alam dan kesejahteraan hidup masyarakat adat.

"Setelah bertemu masyarakat lalu membentuk kelompok tani, namanya Kelompok Tani Rencong. Saya yang memberi nama Kelompok Tani Rencong karena Aceh adalah tanah rencong," jelas ayah dua anak ini.

Lebih jauh Wibi menuturkan bahwa logo Kelompok Tani Rencong adalah selembar daun jernang sebagai lambang keteguhan hati dan kemakmuran.

Jernang merupakan tumbuhan liar yang banyak terdapat di hutan Aceh Utara. Masyarakat pun merasa antusias melihat perjuangan Wibi dalam membantu mereka.

"Saya hanyalah pendamping swadaya Kelompok Tani Rencong Aceh Utara. Meskipun saya tinggal di Medan bukan halangan untuk membantu masyarakat Aceh Utara. Inilah jawaban perjuangan panjang kami. Legalitas dari Kementerian LHK RI akhirnya keluar dan anggota Kelompok Tani Rencong bahagia."

"Terima kasih Bapak Presiden, terima kasih Ibu Menteri LHK RI, terima kasih Bapak Bambang Supriyanto selaku Dirjen PSKL LHK, sosok yang paling besar perannya terhadap keluarnya izin ini. Terima kasih juga kepada Bang Abdon Nababan dan teman-teman lain yang sudah membantu," pungkasnya.

Wibi mengaku melakukan semua ini hanya karena kecintaannya terhadap tanah air sehingga ada panggilan jiwa yang membuatnya selalu ingin bergerak demi kelestarian alam Indonesia.

(rel/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar