Perjanjian Pengelolaan Pasar Peringgan Akan Digugat ke PTUN

Perjanjian Pengelolaan Pasar Peringgan Akan Digugat ke PTUN

Pasar Peringgan.

(aa/rzd)

Selasa, 22 Mei 2018 | 16:31

Analisadaily (Medan) - Direktur utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya menyebut, pihaknya sudah tidak lagi mengelola Pasar Peringgan sejak bulan April 2018 lalu.

"Pasar Peringgan sempat kami kelola pada September 2017 lalu. Namun Surat Keputusan (SK) kami untuk mengelola pasar tersebut sudah dicabut pada awal bulan lalu," katanya, Selasa (22/5).

"Artinya, pengelolaan itu sudah diserahkan Pemko ke pihak swasta (PT Parbens). Jadi sekarang bagaimana kita untuk membantu PT Parbens supaya bisa mengelolanya," tambahnya.

Rusdi menyebut, meski pengelolaannya sudah diberikan ke swasta, namun sampai saat ini pengelolaannya belum dilaksanakan pihak swasta, karena masih ada penolakan dari para pedagang.

"Maka pemko bersama PT Parbens akan terus berupaya untuk terus mencari solusi agar itu bisa dikelola oleh PT Parbens, dan ini terus masih dalam proses," ungkapnya.

Kuasa hukum pedagang Pasar Peringgan, Hans Silalahi menyebut, status pengelolaan Pasar Peringgan sejak dilepas oleh PD Pasar awal April lalu sampai saat ini belum dikelola oleh pihak ketiga (swasta) alias stanvas.

Namun dikatakannya, pihak pedagang tetap komitmen agar pengelolaan pasar yang terletak di Jalan Iskandar Muda/D.I. Panjaitan itu dikelola oleh pihak Pemko Medan.

"Kami terus tegaskan, kami ingin Pasar Peringgan dikelola oleh Pemko, karena itu sesuai amanat dari Perda (Peraturan Daerah)," sebutnya.

Pihaknya berencana akan menggugat perjanjian Pemko dengan pihak swasta perihal pengelolaan pasar tersebut.

"Dalam waktu dekat akan kami gugat ke PTUN. Kenapa digugat? Karena ini cacat hukum. Bahkan salah satu anggota DPRD Medan pada RDP (rapat dengar pendapat) beberapa waktu lalu mengakui perjanjian itu juga cacat hukum," tegasnya.

(aa/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar