Peringati HKI, DJKI Pamerkan Produk Indikasi Geografis Se-Indonesia

Peringati HKI, DJKI Pamerkan Produk Indikasi Geografis Se-Indonesia

DJKI Kemenkumham pameran produk Indikasi Geografis di Indonesia memperingati Hari Kekayaan Intelektual (HKI) se-Dunia diperingati pada Kamis 26 April 2018.

(rel/rzd)

Rabu, 25 April 2018 | 19:17

Analisadaily (Jakarta) - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memperingati Hari Kekayaan Intelektual (HKI) se-Dunia yang diperingati pada 26 April 2018. Dalam rangka memperingati HKI se-Dunia ke-18, DJKI mengusung tema nasional yaitu ‘Generasi Indonesia yang Inovatif, Kreatif, dan Berkarakter’.

Kepala Sub Bagian Humas DJKI, Irma Mariana mengatakan, tema yang diangkat menunjukkan bahwa Indonesia menyadari perkembangan ekonomi global yang berbasis pengetahuan dan inovasi. Hal itu juga merupakan mesin pertumbuhan ekonomi yang utama terjadi di beberapa negara luar.

“Oleh karena itu Indonesia menjadi negara yang mendukung kemajuan dan perkembangan inovasi dan teknologi. Sebagai sarana untuk mempermudah kemajuan Kekayaan Intelektual di Indonesia,” katanya, Rabu (25/4).

Irma menambahkan, Kemenkumham juga telah menggagas dan meluncurkan layanan online kekayaan intelektual dengan slogan e-Casaka: PASTI Paten dengan memberikan layanan yang PASTI, Prima, Aman, Terukur, Efektif, dan No Pungli terhadap pelindungan “cipta, karsa, dan karya” Intelektual di Indonesia.

DJKI Kemenkumham telah menerapkan sistem pendaftaran KI secara on-line atau e-filing, untuk pendaftaran Paten, Merek dan Desain Industri, termasuk sistem on-line perpanjangan Merek dan pencatatan Ciptaan dengan dual mode (baik itu secara manual maupun automotic approval). Selain itu untuk sertifikat paten, merek dan desain industri telah diterapkan digital signing dengan sistem barcode.

“Pelayanan di bidang Kekayaan Intelektual menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab menurutnya kemudahan akses informasi terkait teknologi menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong pengembangan teknologi di suatu negara, untuk bersaing di pasar global,” ujarnya.

Selain itu, di Indonesia telah menerapkan Patent Cooperation Treaty atau PCT yang merupakan sistem pendaftaran internasional untuk Paten, serta telah menerapkan sistem Madrid Protocol yang merupakan sistem pendaftaran internasional untuk Merek.

“Diharapkan ke depan akan menerapkan Hague Agreement yang merupakan sistem pendaftaran internasional untuk Desain Industri, yang ketentuannya telah dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-Undang Desain Industri yang tahun ini akan dibahas di DPR,” tutur Irma.

Irma juga mengungkapkan, saat ini terdapat sebanyak 65 produk alam di Indonesia yang terdaftar Indikasi Geografisnya di Indonesia. Yaitu sebanyak 59 produk Indikasi Geografis berasal dari dalam negeri. Yakni, untuk jenis produk kopi, teh, beras, madu, ubi, lada, pala dan gula.

Sedangkan pendaftaran terbaru produk alam yang mendapat sertifikat Indikasi Geografis dari wilayah Indonesia. Di antaranya berasal dari Provinsi Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

“Beras Raja Uncak dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kopi Lintong dari Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kopi Arabica Flores Manggarai dari Kabupaten Manggarai Flores,” Irma menjelaskan.

Berangkat dari tema diusung DJKI memperingati HKI se-Dunia ke-18, Irma mengatakan, bahwa “kaum milenial” atau “anak zaman now” memiliki potensi besar membantu DJKI mewujudkan mimpi besar menyadari perkembangan ekonomi global yang berbasis pengetahuan dan inovasi.

Salah satunya supaya mengetahui manfaat produk alam didaftarakan untuk mendapat sertifikat Indikasi Geografis. Dan diharapkan pada 2018 semakin banyak potensi-potensi produk Indikasi Geografis yang didaftarkan ke DJKI.

“Dan dikembangkan baik untuk lingkup nasional maupun internasional,” tuturnya.

Sekadar informasi, puncak peringatan HKI se-Dunia ke-18 dunia. DJKI Kemenkumham juga menyerahkan penghargaan WIPO Award, Piagam Penghargaan, dan Penyerahan Sertifikat Indikasi Geografis, di Istana Wakil Presiden yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI M.Yusuf Kalla.

Adapun berikut nama-nama para penerima penghargaan WIPO Award:

A. WIPO Medal for Inventors, diberikan kepada Raymond Rubianto Tjandrawinata. Seorang inventor yang sebagian besar meneliti dan mengembangkan obat-obatan yang berbasis sumber daya alam indonesia, seperti tanaman herbal, hewan dan tanah. Paten yang dihasilkan sudah banyak terdaftar di beberapa negara termasuk di Indonesia.

B. WIPO Medal for Creativity, diberikan kepada Dwiki Dharmawan. Seorang tokoh musik dengan dedikasi yang sangat tinggi dan aktif  dalam upaya penegakan hukum HKI khususnya di bidang musik sebagai Ketua Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Hak Terkait yaitu PAPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu & Pemusik Indonesia)  dan ketua AMI (Anugerah Musik Indonesia).

C. WIPO IP Enterprise Trophy, diberikan kepada PT PERTAMINA (Persero). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sangat mendukung para pekerjanya untuk menjadi innovator dan mengembangkan invensi, Pertamina telah mengajukan 41 Paten di DJKI, dari inovasi-inovasi ini Pertamina telah diakui dalam forum inovasi Internasional dan meraih beberapa penghargaan.

D. WIPO Schoolchildren’s Trophy, diberikan kepada Muhammad Farid Husein. Siswa SMAN 1 Ponorogo ini menjadi pemenang dalam lomba desain medali untuk Youth Olympic 2018 yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2018 di Argentina dan mengalahkan 300 peserta lainnya dari seluruh dunia.

E. ANUGERAH NASIONAL KI untuk Kategori Siswa Inovatif dan Kreatif di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait, diberikan kepada Marvel Gracia. Sejak usia empat tahun sampai saat ini, usainya 11 Tahun sudah banyak menciptakan prestasi dibidang tari dan mendapatkan anugerah nasional maupun internasional.

Penyerahan Piagam Penghargaan dengan kategori:

A. Pendaftaran Pertama Permohonan Merek Internasional melalui Madrid Protocol diberikan kepada PT. INDAH GOLDEN SIGNATURE.

B. Insan Seni Sadar KI diberikan kepada ROSSA.

C. Industri dengan Inovasi berbasis bahan alam Indonesia diberikan kepada PT. MARTINA BERTO.

Penyerahan Sertifikat Indikasi Geografis:

A. Kopi Lintong (Kab. Humbang Hasundutan, Sumatera Utara).

B. Beras Raja Uncak (Kabupaten  Kapuas Hulu, Provinsi Kalimatan Barat).

C. Kopi Arabica Flores Manggarai (Kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur).

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar