Pergerakan IHSG Mengalami Penurunan 24 Poin

Pergerakan IHSG Mengalami Penurunan 24 Poin

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Selasa, 8 Januari 2019 | 16:34

Analisadaily (Medan) - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa (8/1), mengalami penurunan 24 poin atau turun 0,388% di level 6.262. IHSG berada di rentang level 6.251- 6.316.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, pelemahan IHSG hari ini disinyalir oleh aksi profit taking, dimana 3 hari belakangan kenaikan IHGS sudah mengalami penguatan. Fluktuasi IHSG menjadi suatu yang lumrah di pasar modal, jika mengacu pada analisis fundamental yang baik.

“Tentunya ini menjadi peluang dalam memilah kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi saham,” kata Gunawan.

Disebutkan, saat ini isu pelonggaran kebijakan suku bunga The Fed yang lebih sedikit memberikan kabar baik bagi penguatan Rupiah. Hal ini akan membawa aliran modal asing untuk masuk ke Indonesia di tengah tren pelemahan Dolar AS.

“Penguatan Rupiah diharapkan dapat bertahan lama dan tidak loyo di tahun politik ini,” sebutnya.

Gunawan berpandangan, nantinya, pesta demokrasi yakni Pemilu 2019 diharapkan memberikan dampak yang baik bagi pergerakan saham dan Rupiah. di pasar modal sendiri, biasanya pergerakan saham terkait adanya Pemilu cenderung dipengaruhi oleh situasi politik yang berlangsung.

“Saya menyakini, kedewasaan masyarakat dalam berpolitik berdampak pada keamanan dan kestabilan politik. Hal ini tentunya yang patut kita jaga, ini akan menjadi penilaian yang krusial bagi investor asing dan memberikan rasa aman dan yakin bagi investor dalam berinvestasi di dalam negeri.”

“Saya pun optimis, Pemilu kali ini akan berjalan aman dan terjaga seperti yang kita harapkan bersama,” terangnya.

Disisi lain, lanjut Gunawan, pergerakan Rupiah menjelang Pemilu biasanya cenderung tidak stabil dan bergerak melemah. Namun tampaknya, ini tidak begitu berpenagruh di Pemilu kali ini dimana sentimen eksternal justru memberikan sentime positif bagi pergerakan nilai tukar Rupiah.

Selain dari pengaruh ekspektasi suku bunga The Fed, hal ini juga ditopang oleh situasi global yang cenderung lebih stabil, di ana perang dagang AS dengan China mulai mereda dan memberikan sinyal yang positif.

Selain itu, adanya arah-arah perubahan yang lebih baik khususnya di bidang ekonomi yang ditawarkan oleh peserta Pemilu nantinya, berfungsi sebagai informasi yang dianggap baik apabila dianggap positif bagi pelaku pasar.

“Sehingga hal ini membantu memberikan gambaran prospek ekonomi Indonesia kedepannya,” terang Gunawan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar