Perdagangan Saham Terpantau Sepi, IHSG Ditutup Naik 22 Basis Poin

Perdagangan Saham Terpantau Sepi, IHSG Ditutup Naik 22 Basis Poin

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Rabu, 13 Desember 2017 | 17:09

Analisadaily (Medan) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup naik 22 basis poin atau 0,36 persen di level 6.054 pada perdagangan hari ini, Rabu (13/12). Level tertinggi IHSG tercatat di level 6.054 dan terendah di level 6.020.

“Perdagangan saham hari ini terpantau sepi dengan frekuensi perdagangan 291.779 kali. Dan volume perdagangan sebanyak Rp 6,5 triliun,” kata Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin.

Saham-saham yang termasuk dalam grup Basic-Industri mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2,3 persen, begitu juga dengan saham-saham yang masuk dalam grup Sminfra18 juga mengalami kenaikan terbesar sebesar 5,2 poin atau sebesar 1,5 persen.

“Dan saham-saham yang tergabung dalam grup Misc-Industri mengalami pelemahan 17,6 basis poin atau sebesar 1,2 persen,” ucapnya.

Diterangkan Gunawan, pergerakan Bursa Asia hari ini bergerak bervariatif. Indeks Philippine Stock Exchange mengalami penguatan 25,5 poin atau sebesar 0,307 persen. Dipengaruhi beberapa sektor yang mendukung penguatan tersebut.

Selain itu, Indeks Hangseng juga mengalami kenaikan 428 basis poin atau sebesar 1,4 persen. Nikkei Jepang jatuh 0,47 persen menjadi 22.758 meskipun saham-saham sektor otomotif dan keuangan mengalami kenaikan.

Di Amerika Serikat, sebagian besar indeks utama meningkat karena optimisme reformasi perpajakan. Dow Jones naik 118,77 poin atau 0,49 persen, mencatat rekor penutupan 24.504,80 didorong oleh kenaikan saham Boeing.

“Penutupan perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terpantau stabil di level Rp. 13.560 per US Dolar. Dan nilai tukar rupiah saat ini menguat terhadap dolar Amerika Serikat,” terangnya.

Dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang pada perdagangan hari ini. Hal itu dipengaruhi oleh investor masih mempertimbangkan kemenangan Partai Demokrat terhadap Partai Politik di Amerika dalam perlombaan Senat Alabama.

“Hal ini tentunya akan membuat Presiden Donald Trump lebih sulit meneruskan prioritasnya pada tahun depan,” tandas Gunawan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar