Perdagangan Saham Bergerak di Teritori Positif, IHSG Ditutup Naik 23 Poin

Perdagangan Saham Bergerak di Teritori Positif,  IHSG Ditutup Naik 23 Poin

Ilustrasi (Berbagai Sumber)

Rabu, 10 Oktober 2018 | 17:43

Analisadaily - Perdagangan saham hari ini, Rabu (10/10) bergerak di teritori positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 23 Poin atau 0.41 persen di level 5.820. Level tertinggi IHSG berada di level 5.832, terendah berada di level 5.798.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, penguatan IHSG hari ini sejalan dengan kenaikan mata uang Rupiah. IHSG hari ini juga didukung oleh penguatan di hampir seluruh sektor.

“Sektor pertambangan saat ini yang paling diburu investor saham di Indonesia dengan penguatan sebesar 1 persen. Tak hanya itu, sektor consumer juga menjadi pemberat IHSG pada hari ini,” kata Gunawan.

Tidak hanya IHSG yang mengalami penguatan hari ini, indeks saham Hangseng juga mengalami penguatan tipis di level 0,19 persen, Nikkei naik 0,156 persen, Thailand naik 0,9 persen, dan Nasdaq naik 0,027 persen.

“Sedangkan bursa saham Eropa diprediksi dibuka melemah,” ujarnya.

Situasi pasar keuangan dan pasar modal saat ini lebih dominan dipengaruhi oleh sentimen luar negeri. Sentimen perang dagang AS dengan China menjadi salah satu kekhawatiran terbesar investor saat ini.

“Karena sejauh ini belum ada titik terang antara AS dengan China dalam hal perdamaian. Tidak hanya itu, kenaikan suku bunga AS yang agresif juga memberikan dampak ketertinggalan nilai tukar mata uang negara emerging market terhadap Dolar AS. terutama Yuan, Won, dan Rupiah,” terangnya.

Mata uang Rupiah saat ini mulai dapat melawan pelemahannya terhadap Dolar AS yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah saat ini berada di kisaran level Rp 15.180 per Dolar AS.

“Pelemahan Rupiah hingga menembus level 15.000 dirasa cukup menyulitkan importir barang dari luar negeri. Importir saat ini harus mengeluarkan budget yang besar untuk mengimpor barangnya,” ucap Gunawan.

Meskipun pelemahan Rupiah masih berlangsung, sejumlah harga barang-barang di pasar masih tampak stabil. Ini merupakan tantangan besar yang dirasakan importir dan pengusaha untuk dapat bertahan di tengah pelemahan Rupiah.

“Di sisi lain eksportir barang saat ini justru mendapatkan berkah akan pelemahan Rupiah saat ini. Kita berharap eksportir barang asal Indonesia meningkat signifikan dan terus menggenjot ekspansinya di mancanegara,” sebutnya.

Diungkapkan Gunawan, perbankan di Indonesia tergolong aman dan tidak terlalu terpengaruh dalam pelemahan Rupiah yang terjadi saat ini. Berbeda dengan kondisi perbankan di tahun 1998, dimana inflasi yang tak terkendali turut mengoncang ekonomi dan perbankan saat itu.

“Kini, sistem perbankan sudah dilengkapi oleh manajemen yang baik dan sumber daya manusia yang lebih berkompeten, sehingga saya kira perbankan dapat terus tumbuh di tengah pelemahan Rupiah,” ungkapnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar