Perbankan Syariah Memiliki Potensi Besar Dalam Pembiayaan Sektor Korporasi

Perbankan Syariah Memiliki Potensi Besar Dalam Pembiayaan Sektor Korporasi

CIMB Niaga Syariah Optimalkan Keunggulan: CIMB Niaga menggelar acara bertajuk Diskusi Bersama CIMB Niaga di Medan, Senin (11/2). Diskusi membahas tantangan dan peluang perekonomian Indonesia di 2019, termasuk pada sektor perbankan syariah.

(rel/rzd)

Senin, 11 Februari 2019 | 16:11

Analisadaily (Medan) - Perkembangan industri perbankan syariah dinilai dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Banyak peluang dan potensi yang dapat dimaksimalkan dari industri perbankan syariah, seperti dari sektor pembiayaan.

“Hingga kini, pembiayaan industri perbankan syariah masih didominasi sektor consumer. Padahal, perbankan syariah juga memiliki potensi besar turut serta dalam pembiayaan sektor korporasi,” kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, di Medan, Senin (11/2).

Diungkapkan Pandji, untuk menangkap peluang tersebut pihaknya melalui unit usaha, CIMB Niaga Syariah, secara aktif bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyalurkan pembiayaan berskema syariah.

CIMB Niaga Syariah tercatat sebagai satu-satunya UUS Bank BUKU IV di Indonesia. Posisi ini memberikan keleluasaan bagi pihaknya berkontribusi dalam pembiayaan proyek-proyek berskala besar.

“Kami terus mengoptimalkan keunggulan ini, untuk menangkap peluang pembiayaan syariah di bidang insfrastruktur di masa depan,” ungkapnya.

Pandji menjelaskan, hingga 30 September 2018, pihaknya telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 24,1 triliun, atau tumbuh 62,5 persen year on year/YoY. Dari jumlah tersebut, segmen business banking, yang antara lain menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek berskala besar seperti insfrastruktur, berkontribusi besar, yaitu Rp 15,1 triliun, tumbuh 82,4 persen YoY.

“Selain menggarap sektor pembiayaan, perbankan syariah juga diharapkan dapat menidentifikasi beraa peluang bisnis kainnya, serta mampu menghadapi program edukasi tentang perbankan syariah kepada masyarakat,” jelasnya.

Pandji menyebut, pihaknya mempersiapkan sejumlah strategi untuk menhadapi tantangan tersebut. Pertama, dari sisi literasi, pihaknya akan meningkatkan program edukasi tentang perbankan syariah kepada masyarakat, baik secara langsung maupun memanfaatkan media.

Kedua, pihaknya akan memaksimalkan keungulan yang dimiliki untuk mengatasi tantangan dari sisi produk dan layanan. Sebagai bank yang menerapkan dual banking leverage model, pihaknya terus memanfaatkan keahlian dan kelengkapan infrastruktur.

“Kita juga akan memperkuat positioning sebagai bank syariah yang menedepankan nilai-nilai universal, yang dapat melayani semua aspirasi segmen,” tandasnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar