Perampok ATM di Tebing Tinggi Kelompok Antar Provinsi

Perampok ATM di Tebing Tinggi Kelompok Antar Provinsi

Para tersangka perampokan mesin ATM BRI Syariah di Tebing Tinggi saat diamankan Polda Sumut, Selasa (5/9)

(jw/csp)

Selasa, 5 September 2017 | 19:29

Analisadaily (Medan) – Perampok mesin ATM BRI Syariah yang terjadi di Jalan Sudirman Kota Tebing Tinggi Juni lalu merupakan kelompok perampokan antar provinsi di Indonesia.

Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah mengatakan, kelompok itu terdiri dari delapan orang diantaranya Tanggul H. Sihombing, Zailaini alias Metal, Rampung Togatorop alias Tupang.

Ada juga Burhanuddin alias Regar Botak, Abdul Wakas, Darmawan alias Nang, Tambunan alias TB dan Medi. “Kedelapan orang ini mempunyai peran masing-masing. Namun, dua orang yang masih DPO yaitu TB dan Medi,” katanya, Selasa (5/9).

Para tersangka, lanjutnya, melakukan perampokan tidak hanya di Tebing Tinggi, tapi diberbagai Provinsi juga, termasuk di Kota Jambi. Pada 2006, Abdul Wakas merampok di showroom sepeda motor, dan berhasil membawa uang sebanyak Rp 35 juta.

Ditahun yang sama, Abdul juga pernah merampok di OTO Finance Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dia membawa uang sebanyak Rp 100 juta.

“Tahun 2007 Tunggul Sihombing dan Abdul Wakas juga pernah melakukan hal yang sama di BRI Makassar dan berhasil melarikan uang sebanyak Rp 100 juta,” jelasnya.

Selain itu, Nurfallah mengungkapkan, perampokan yang palin gbesar hasilnya terjadi 2013. Saat itu, Tunggul merampok di Nagoya Batam dan membawa kabur uang sebanyak Rp 2 miliar.

“Ada kurang lebih 18 tempat yang sudah menjadi target mereka sejak 2006-2017 di Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, petugas berhasil mengamankan barang bukti permpokan itu berupa satu masker penutup mulut, satu gembok dalam kondisi rusak, satu brangkas ATM, satu buah CPU dan layar ATM, satu unit mobil Toyota Innova, satu buah linggis.

Juga satu pahat, satu sepeda motor metik, 10 gelundung alat untuk tambang emas, satu unit mesin dong peng, tiga unit mesin seruni, satu unit dinamo, dan satu Grenda. “Mereka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 3E, 4e, dan 5e dan ayat (2) KUHPidana. Dua orang pelaku DPO, masih dalam pengejaran petugas,” Nurfallah.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar