Penyu Berbobot 100 Kilogram Dilepasliarkan Kembali

Penyu Berbobot 100 Kilogram Dilepasliarkan Kembali

Petugas saat melepaskan Penyu Sisik ke Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Senin (2/9)

(jw/csp)

Senin, 2 September 2019 | 11:46

Analisadaily (Medan) - Seekor Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) yang berbobot 100 kilogram dilepasliarkan kembali ke Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (1/9) akhir pekan kemarin.

Co Komunitas Menjaga Pantai Barat, Damai Mendrofa mengatakan, keberadaan penyu langka itu diketahui setelah seseorang memberitahukan kepada Komantab dengan menunjukkan video dan foto dua nelayan membawa penyu.

"Begitu mendapatkan informasi, tim kami bersama Polisi dan TNI Angkatan Laut melakukan penelusuran," kata Damai kepada Analisadaily.com. Senin (2/9).

Damai melanjutkan, Penyu Sisik ini didapat saat dua nelayan yang ingin menjaring ikan di perairan Pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga pada Minggu (1/9) pagi pukul 06.00 WIB.

Kemudian nelayan kembali ke tepi pantai. Nah, mengetahui informasi itu, Komantab beserta Polisi dan TNI menemui nelayan dan mengambil Penyu Sisik itu untuk dilepaskan kembali ke laut.

Rencananya kedua nelayan ingin menjualnya. Namun, karena petugas sudah datang dan mengetahui, Penyu itu dilindungi, akhirnya mereka memberikan kepada petugas.

Petugas saat melepaskan Penyu Sisik ke Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Senin (2/9)

Petugas saat melepaskan Penyu Sisik ke Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Senin (2/9)

Kedua nelayan ini sebelumnya tidak paham, namun mereka menjadi paham dan memilih melepaskan hewan langkah tersebut.

"Penyu diturunkan dari karung dengan diangkat 6 orang. Karung dan tali yang mengikat penyu diputus dan digiring menuju Laut. Dengan cepat, Penyu itu berenang dan kembali ke habitatnya," paparnya.

Damai berharap, pemerintah segera turun melakukan langkah preventif agar kejadiaan serupa tidak terulang. Menurutnya wilayah pesisir kabupaten bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, namun  juga tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan  (DPK) Sumut serta Balai Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.

“Kita minta BBKSDA, DKP Sumut, pemerintah setempat agar meningkatkan angkah preventif, apakah sosialiasi atau pendampingan. Jangan kemudian ditangkap lalu ditindak. Sementara sosilisasi jarang dilakukan, ini kan yang kita sesalkan," terangnya.

Ketidaktahuan masyarakat, membahayakan akan keberadaan hewan langkah itu. “Apalagi ini sudah masuk bulan bertelur hingga sampai ke awal tahun baru nanti, kita akan lebih sering menemui pantai di Tapteng ini, Penyu naik ke darat. Kalau masyarakat tahunya nangkap dan dijual, ya habislah penyu ini semua," tambahnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar