Penyeberangan di Danau Toba, Kemenhub Fokus Pada Enam Perbaikan

Penyeberangan di Danau Toba, Kemenhub Fokus Pada Enam Perbaikan

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, kunjungi Danau Toba (Foto: Humas Ditjen Perhubungan Darat), MInggu (1/7)

(rzp/csp)

Minggu, 1 Juli 2018 | 21:18

Analisadaily (Parapat) - Kementerian Perhubungan semakin fokus memperbaiki kualitas transportasi angkutan danau dan sungai serta penyeberangan di Danau Toba. Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjabarkan beberapa hal yang akan diperbaiki.

Pertama, Ditjen Perhubungan Laut dan Darat akan melakukan ramp-check untuk kapal. Kedua, yang menjadi prioritas adalah kapal kayu diharapkan tidak ada lagi dek 3. Ia menyebut, ini demi menjaga keseimbangan kapal.

"Yang menjadi prioritas, dek dilantai 3 diharapkan untuk kapal kayu tidak ada. Hal ini akan disampaikan pada semua operator pengelola kapal," kata Budi, seperti keterangan resmi yang diperoleh Analisadaily.com, Minggu (1/7).

Ketiga ialah menghilangkan teralis di sebelah kanan dan kiri jendela kapal. Juga memperbesar atau melebarkan akses pintu ke dek 2 atau pintu keluar dan masuk.

Keempat terkait ketertiban administrasi dan perbaikan regulasi. Selain itu pemerintah melihat dari sisi kemampuan dan keterampilan nakhoda harus ditingkatkan.

Meningkatkan Keterampilan

Sehingga, Kementerian Perhubungan akan memberikan pelatihan bagi nakhoda di sekitar Dinas Perhubungam Provinsi dan tujuh kabupaten yang di Danau Toba. Sehingga mereka memiliki keterampilan Syahbandar.

"Kepada nakhoda di sini harus ada pengawasan ketat jangan sampai ada pengaruh alkohol atau semacamnya. Pelatihan bagi nakhoda tanggal 5 Juli nanti akan diberikan ke Dishub Provinsi atau tujuh kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba sehingga dia mempunyai keterampilan kesyahbandaran. Diberikan oleh BPSDM kementerian perhubungan," jelas Budi.

Kelima, Kementerian Perhubungan menyediakan handphone android untuk memantau cuaca di Danau Toba. Namun sebelumnya akan diberikan pengetahuan ke masyarakat tentang cara penggunaan handphone.

Keenam, disediakan repeater sebagai alat komunikasi di kapal penyeberangan. Ia menilai, ini sangatlah penting karena harus ada komunikasi selama penyeberangan untuk memonitor.

"Tidak kalah penting tentang komunikasi, banyak kapal yang tidak punya alat komunikasi. Nanti akan mencari anggaran untuk pemasangan repeater. Repeater ini alat bantu di kapal. Kalau anggaran hubdat cukup sebagain alat komunikasi akan kita siapkan. Saya tidak janji semua bisa terpenuhi tapi akan diusahakan," pungkasnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar