Penyebar Berita ‘Hoax’ Polda Sumut Terancam 5 Tahun Penjara

Penyebar Berita ‘Hoax’ Polda Sumut Terancam 5 Tahun Penjara

Terdakwa kasus penyebar berita Hoax menjalani sidang perdana di PN Medan, Rabu (4/10).

(jw/rzd)

Rabu, 4 Oktober 2017 | 20:19

Analisadaily (Medan) - Terdakwa kasus pemberitaan hoax, Surya Hardyanto (32), warga Jalan Pertahanan, Gang Teratai, Nomor 245, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, terancam hukuman 5 tahun penjara.

Surya didakwa telah melakukan tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Marina Surbakti, pada tanggal 1 Juli 2017, polisi melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya tindak pidana penyebaran berita bohong yang diunggahnya di media sosial Facebook.

"Dari hasil penyidikan diketahui, pemilik Facebook bernama Surya Hardyanto dan alat yang digunakan yakni HP android merk Samsung duos warna putih, yaitu dengan membuat komentar, pernyataan, postingan, atau pemberitaan yang tidak benar di media sosial," kata JPU dalam sidang perdana di Ruang Cakra I, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/10).

Dalam dakwaan tersebut, yang dirugikan akibat pemberitaan adalah Polda Sumut dan Polri serta masyarakat luas yang membaca, maupun menerima informasi, sehingga masyarakat banyak bertanya kepada saksi-saksi tentang kejadian sebenarnya yang terjadi pada tanggal 25 Juni 2017 pukul 03.00 WIB.

"Padahal, secara resmi Kapolda Sumut sudah menyampaikan keterangan pers di media massa, sesuai dengan pembuktian dari hasil penyidikan bahwa para tersangka pelaku penikaman terhadap anggota yang piket, bukan masalah utang piutang, melainkan karena kelompok teroris," ungkap Marina.

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuni Batubara, JPU menegaskan, perbuatan terdakwa Surya Hardyanto diancam pidana dalam Pasal 48 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Sudah jelas pembuatan terdakwa melanggar hukum," tegas JPU.

Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. "Sidang ditunda pekan depan dengan keterangan saksi," ucap Hakim Sri.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar