Penyebab Kematian Gajah, BBKSDA Sumut: Bukan Alamiah

Penyebab Kematian Gajah, BBKSDA Sumut: Bukan Alamiah

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi saat memberikan keterangan, Jumat (21/4)

(jw/csp)

Jumat, 21 April 2017 | 18:10

Analisadaily (Medan) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara menduga, penyebab kematian seekor gajah di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat Selasa (18/4) pekan lalu, bukan karena alamiah.

Menurut Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi, sampai saat ini pihaknya memang masih menunggu hasil penelitian laboratorium tentang penyebab matinya gajah. Tetapi, ada beberapa kecurigaan soal penyebab kematian gajah tersebut.

"Saat mati, gajah ditemukan di dekat air. Kalau dari perilaku gajah, misalnya terkena racun, maka gajah akan mecari air. Nah, kalau dilihat dari situ kami curiga atas kematiannya,” kata Hotmauli di kantor BBKSDA Sumut Jalan Sinsingamangara, Medan, Jumat (21/4).

induk gajah tersebut, lanjutnya, ditemukan tergeletak di areal kebun PT Perkebunan Inti Sawit Subur (PISS). Di mana pada saat itu juga terlihat anaknya berada di dkat lokasi induknya. lokasi ditemukannya gajah, sambungnya, itu masih masuk ke homerange atau lalu lintas gajah.

"Secara alami memang itu perlintasan gajah, makanya dia lewat di situ dan pada periode tertentu gajah akan masuk di perlintasannya tersebut,” jelasnya.

Saat petugas melakukan evakuasi terhadap induk gajah tersebut, tim Conservation Response Unit (CRU) tidak melihat adanya luka dibagian gajah tersebut. “Hanya saja ada bekas luka lama yang sudah baik dibagian kakinya,” tutur Hotmauli.

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi saat pemaparan kematian gajah

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi saat pemaparan kematian gajah

Hotmauli menambahkan, selama ini BBKSDA tidak menemukan ada konflik antara manusia dengan gajah. Namun, ada beberapa kasus gajah yang terjerat oleh tali sling yang diduga untuk menjerat babi yang merusak tanaman di kawasan tersebut.

“Dari data BBKSDA, di kawasan itu ada dua kelompok gajah yang populasinya 20-30 ekor,” ujarnya.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar