Penyebab Kematian Bayi Gajah di Langkat

Penyebab Kematian Bayi Gajah di Langkat

BBKSDA Sumut memperlihatkan gambar seekor bayi gajah mati karena masuk ke lubang, Rabu (25/10)

(jw/csp)

Rabu, 25 Oktober 2017 | 17:54

Analisadaily (Medan) - Seekor bayi gajah berumur kurang lebih 1 tahunmati setelah terperosok ke lubang yang diduga bekas tunggul kayu di Dusun Sumber Waras, Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, yang berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

"Tim menemukan bayi gajah mati, Sabtu (21/10). Namun, evakuasi tidak memungkinkan untuk dilakukan karena kawanan hewan itu masih berada di sekitar bangkai," kata Kabag Tata Usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Tri Atmojo di kantor BBKSD, Rabu (25/10).

Berdasarkan laporan Kepala Dusun Sumber Waras kepada petugas BBKSDA Sumut, lanjutnya, kawanan gajah liar merusak 5 bangunan warga, merobohkan 9 pohon kelapa, 8 pohon sawit serta 1 pohon nangka pada malam hari.

"Diketahui kawanan gajah liar itu berjumlah 7 hingga 12 ekor. Terdiri dari 2 jantan besar dan beberapa induk dan anak-anak," jelasnya.

 Lebih lanjut, Tri Atmojo menceritakan, Minggu (22/10), kondisi di lapangan kawanan gajah masih ada dan membuat suara gaduh. Sehingga tim yang berusaha memeriksa jenis kelamin bangkai dan dipindahkan ke lubang baru, tapi tidak memungkinkan.

"Kondisinya terperosok setengah badan dengan keempat kaki berada di dalam tanah, hanya bagian punggung dan kepala saja yang tersisa. Lalu, tim mengubur di lokasi tersebut dengan cara menimbun menggunakan tanah dan meninggalkan lokasi," ungkapnya.

Dalam penjelasaannya, kawasan itu merupakan daerah dengan tutupan lahan sangat baik. Kawanan gajah kerap melewati areal itu sekitar 3 bulan sekali dan masyarakat sudah tebiasa dengan kehadiran gajah, sehingga tidak pernah terjadi konflik antara satwa dan manusia.

BBKSDA Sumut memperlihatkan gambar seekor bayi gajah mati karena masuk ke lubang

BBKSDA Sumut memperlihatkan gambar seekor bayi gajah mati karena masuk ke lubang

"Baru kali ini gajah mengamuk, namun ternyata itu semacam informasi adanya kemalangan pada kelompok hewan mamalia tersebut," kata Tri Atmojo.

Perlu diketahui bahwa Dusun Sumber Warasa berjumlah 20 KK, dan jarak antara dusun dengan TNGL lebih kurang 1 kilometer. Hasil pengecekan tim, tidak ada ditemukan tanda-tanda mencurigakan seperti racun, perangkap maupun hal-hal yang membahayakan. 

Kondisi sekitar bangkai bayi gajah bersih dari rumput atau semak belukar. Tanah di sekitar lubang terperosoknya bayi gajah terlihat padat akibat aktivitas dari kawanan gajah menolong satwa malang tersebut.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar