Penutupan Perguruan Tinggi, Runtung Sitepu: Harus Jadi Pembelajaran

Penutupan Perguruan Tinggi, Runtung Sitepu: Harus Jadi Pembelajaran

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/csp)

Jumat, 15 Februari 2019 | 14:08

Analisadaily (Medan) - Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi menutup sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Utara, karena ketiadaan tenaga pengajar.

Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Runtung Sitepu, saat dimintai keterangan mengatakan, berdirinya Perguruan Tinggi atau universitas itu syarat utamanya adalah dosen yang memenuhi kriteria minimal di Dikti dan BAN PT.

“Setidaknya ada enam orang dosen dalam satu prodi. Jadi, kalau syarat minimalnya tidak terpenuhi dikhawatirkan nantinya ada penyalahgunaan gunaan. Tentu, penutupan menjadi pembelajaran bagi yang lain," kata Runtung kepada Analisadaily.com, Jumat (15/2).

“Penutupan satu hal yang memang harus dilakukan untuk menertibkan perguruan tinggi yang berdiri tanpa memenuhi syarat minimal tadi. Sikap itu sangat saya apresiasi," sambungnya.

Dari data Lembaga Layanan Dikti Sumatera Utara, masih ada 19 PTS lagi yang akan diverifikasi. Jika tidak layak dan tidak ada kemajuan terhadap PTS itu maka akan dilakukan penutupan.

Ia berharap, Perguruan Tinggi yang sudah diperingatkan seharusnya segera berbenah untuk memperbaiki dari kekurangan.

"Jadi, bagi Perguruan Tinggi yang sudah masuk pembinaan dan saran-saran rekomendasi supaya ditaati. Karena, jika tidak pasti akan ditutup. Saya mengapresiasinya karena sudah pasti itu berdasarkan kriteria," ucapnya.

Masih kata dia, bila kriteria yang diberikan Kemenristekdikti kepada PTS tidak dijalankan maka banyak masyarakat yang dirugikan.

"Tapi, saya kira jika ada PTS yang ditutup masih ada mahasiswanya, seharusnya ditransfer ke PTS yang lain agar tidak ada yang dirugikan. Karena, berdirinya Perguruan Tinggi diharapkan bisa mendidik dan mencerdaskan mahasiswa," tambahnya.

Belum lama ini, Kemenristekdikti melalui Lembaga Layanan Dikti menutup sembilan PTS di Sumatera Utara. Di antaranya Politeknik Profesional Mandiri, Politeknik Trijaya Krama, Akubank Swadaya Medan, Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Lalu, Politeknik Tugu 45 Tebingtinggi, Akbid Eunice Rajawali Binjai, Akademi Manajemen Ilmu Komputer Medan, Akademi Kebidanan Takasima Kabanjahe, dan Akademi Keperawatan Takasima Kabanjahe.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar