Penutupan Perdagangan Saham Akhir Tahun 2017: IHSG Ditutup Menguat 41,6 Poin

Penutupan Perdagangan Saham Akhir Tahun 2017: IHSG Ditutup Menguat 41,6 Poin

Ilustrasi (Pexels)

Jumat, 29 Desember 2017 | 16:59

Analisadaily (Medan) - Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akhir tahun 2017 ini, Perdagangan saham hari ini, Jumat (29/12) ditutup oleh Presiden Joko Widodo ditemani seluruh jajaran Dewan komisioner OJK, Gubernur Bank Indonesia, Menteri dalam Negeri, Menteri Keuangan serta Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 41,6 poin atau sebesar 0,659 persen pada level 6.355,65. Level tertinggi IHSG pada perdagangan hari ini berada di level 6.368,32 dan harga terendah IHSG pada hari ini pada level 6.321,09,” kata Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin.

Pasar modal Indonesia pada tahun 2017 telah mencatatkan beberapa rekor baik dari sisi pencapaian kapitalisasi pasar, hingga jumlah emiten baru yang meningkat 44 persen dalam dua tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor, serta diikuti oleh kenaikan nilai investasi domestic yang mencapai Rp 340 Triliun sepanjang tahun ini.

Ke depannya Bursa Efek Indonesia menghadapi beberapa tantangan dari luar negeri, yakni rencana otoritas pasar modal China dan rencana IPO perusahaan minyak dan gas Saudi Aramco. Hal ini tentunya memberikan tantangan tersendiri untuk IHSG tetap eksis dan mencapai rekor-rekor terbaik selanjutnya.

Tidak hanya IHSG yang mengalami kenaikan, Indeks Dow Jones Industrial Average juga mengalami kenaikan menembus rekor ke 71 Dow Jones sepanjang tahun ini yakni naik 0,26% menjadi 24.837,51. Kenaikan tersebut didukung oleh kenaikan saham United Healt dan IBM.

“Indeks S&P 500 kemarin ditutup naik 0,2% menjadi 2.687,54 didukung oleh kenaikan sektor utility dan telekomunikasi serta nasdaq naik 0,2% menjadi 6.950,16 didukung oleh kenaikan saham teknologi seperti Apple dan Facebook,” terangnya.

Di bursa saham Asia, indeks bursa ditutup bervariasi dimana indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,26% dimana volume transaksi perdagangan juga sangat tipis. Sektor otomotif, teknologi dan financial berhasil mencatatkan kenaikannya di awal sesi. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,54% dimana hampir semua sektor tampak tertekan.

Disisi lain, Pergerakan nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terpantau menguat terhadap dolar Amerika Serikat di posisi Rp 13.550 per US Dolar. Dollar Amerika Serikat melemah terhadap sejumlah mata uang.

“Hal ini disebabkan adanya sentimen negatif oleh data pengangguran Amerika Serikat yang naik dari perkiraan menjadi 245.000. Selain itu, data inflasi Jerman dan Spanyol juga turut menjadi perhatian investor,” tandasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar