Penurunan Harga Saham di BEI Masih Tak Terbendung

Penurunan Harga Saham di BEI Masih Tak Terbendung

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Selasa, 12 Maret 2019 | 16:59

Analisadaily (Medan) - Penurunan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tak terbendung. IHSG awalnya berhasil menguat di pembukaan level 6.395, namun seiring perdagangan sesi I dan II, IHSG tak mampu lagi untuk bertahan hingga akhirnya ditutup melemah.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, IHSG pada perdagangan hari ini, Selasa (12/3) ditutup melemah 12 poin atau turun 0,199% di level 6.353. Level tertinggi IHSG berada di level 6.404 dan terendah berada di level 6.339.

“Meskipun demikian, perdagangan saham hari ini masih berjalan stabil,” kata Gunawan.

Diterangkannya, pergerakan saham semakin lemah di bulan Maret ini disinyalir oleh sentimen dari dalam negeri yang belum mampu mempertahankan arus modal keluar. Trend pelemahan IHSG masih memungkinkan terjadi.

“Namun demikian, saya mengira esok hari perdagangan saham akan kembali rebound seiring jenuh jual yang terjadi di pasar saham. Pergerakan saham ini saya kira hanya faktor teknikal saja, karena beberapa emiten yang mencatatkan kinerja yang cukup baik dari sebelumnya juga berimbas aksi profit taking,” terangnya.

Gunawan menjelaskan, beberapa saham seperti ANTM, ADRO, LPPF, BBRI, BBCA dan lainnya memberikan kinerja yang cukup baik, namun hal ini tidak diikuti trend penguatan harga sahamnya.

Menurut Gunawan, ini peluang yang cukup baik bagi investor untuk mengoleksi saham yang bagus dan memiliki prospek perkembangan yang cukup menjanjikan dengan harga yang lebih rendah dari biasanya.

“Adanya aliran dana asing yang keluar, menurut saya dapat dijadikan momentum bagi investor dalam negeri untuk memperbanyak kepemilikan sahamnya dengan harga yang relatif terjangkau,” ujarnya.

Berbanding terbalik dengan pelemahan IHSG, Indeks harga saham Global justru mengalami penguatan, di mana Kospi naik 1%, Hangseng naik 1,46%, Dow Jones naik 0,78%, Nasdaq naik 2%, Shanghai menguat 1% dan STI naik 0,7%.

Disisi lain, nilai tukar Rupiah masih mencoba menguat dari Dolar AS. Rupiah diperdagangkan dengan kenaikan tipis 0,1% di kisaran level Rp 14.269. Dolar AS hari ini tampak bergerak campuran.

“Penguatan Rupiah tertopang oleh sentimen yang cukup baik dari BI dalam menjaga tren nilai tukar Rupiah terhadap mata uang lainnya,” Gunawan menandaskan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar