Penumpang KM Kelud Lebaran 2019 di Pelabuhan Belawan Meningkat

Penumpang KM Kelud Lebaran 2019 di Pelabuhan Belawan Meningkat

Penumpang di Pelabuhan Belawan.

(jw/rzd)

Kamis, 30 Mei 2019 | 21:23

Analisadaily (Medan) - Kepala Cabang Pelni Medan, M Lutfi Israr Sutan mengatakan, penumpang pada arus mudik Lebaran 2019 meningkat 5 hingga 10 persen dari tahun lalu.

Menurutnya, peningkatan tersebut karena masih tingginya harga tiket pesawat udara, yang menyebabkan penumpang beralih melakukan mudik dengan menggunakan transportasi jalur laut.

"Karena mulai Januari sebenarnya sudah mulai ada peningkatan. Jadi, untuk arus balik ada peningkatan 5 sampai 10 persen dari tahun lalu," katanya, Kamis (30/5).

Terkait jumlah penumpang di masa mudik lebaran meningkat, pihak Pelni cabang Medan memberlakukan sistem dispensasi tambahan penumpang yang direkomendasikan oleh dirjen Perhubungan Laut RI. Ini hanya berlaku jika jumlah manifes penumpang melebihi batas normal kapasitas penumpang KM Kelud.

"KM Kelud untuk dispensasi yang diberikan itu 3.860 penumpang. Sebelum diberikan terlebih dahulu diadakan uji petik dari Dirjen Perhubungan Laut dari tiap-tiap pelabuhan yang disinggahi KM Kelud," sebutnya.

"Untuk di pelabuhan Belawan dilaksanakan oleh pihak kesyahbandaran dalam hal ini ahli dari inspektur ramp chek dari fasilitas yang ada di atas kapal. Selain itu, baik itu dari segi kepermesinan dan alat-alat penolong sehingga untuk memberikan keamanan dan kenyamanan calon penumpang," jelasnya.

Terkait keterlambatan kedatangan dan keberangkatan KM Kelud yang molor dari jadwal sebelumnya, Lutfi menegaskan hal itu bisa saja terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor cuaca yang tidak baik.

"Pelayaran KM Kelud mengalami keterlambatan bersandar di Belawan usia berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Tangerang pada 26 Mei lalu. Dari jadwal KM Kelud tiba di Belawan harusnya pukul 09.00 WIB, tenyata molor hingga pukul 14.00 WIB," terangnya.

Begitu juga untuk rute pelayaran kapal, selama arus mudik dan balik pelayaran Belawan-Tanjung Priok dibatasi hanya dua kali pelayaran. Mulai 24-28 Mei dan arus balik pada 9-14 Juni. Sementara mulai 28 Mei hingga 5 Mei serta arus balik mulai 14 hingga 21 Juni hanya berlayar dari Belawan-Batam dan arah sebaliknya.

"Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, mengingat 80 persen penumpang KM Kelud adalah masyarakat yang bekerja di Batam," ungkapnya.

Selama arus mudik dan balik lebaran harga tiket tidak mengalami kenaikan. Harga tiket penumpang kelas ekonomi seharga Rp 350 ribu, kelas 1 Rp 450 ribu dan kelas 2 Rp 400 ribu.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar