Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Antisipasi Maraknya Geng Motor

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Antisipasi Maraknya Geng Motor

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dadang Hartanto

(jw/eal)

Kamis, 19 September 2019 | 21:23

Analisadaily (Medan) - Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dadang Hartanto, mengimbau para orang tua agar selalu memantau dan mengawasi kegiatan anaknya, mengingat marak aksi begal dalam beberapa hari terakhir.

"Perlu ada peran serta dari seluruh pihak, baik orang tua, guru dan tokoh masyarakat," kata Dadang kepada Analisadaily.com, Kamis (19/9).

Kasus begal kembali marak di Kota Medan, seperti yang terjadi Sabtu (14/9) kemarin. Alhasil, seorang anggota geng motor menjadi bulan-bulanan masyarakat.

Saat itu sejumlah remaja sedang duduk di sebuah warung jamu, Jalan Zainul Arifin. Tiba-tiba datang sekelompok geng motor dan mengganggu mereka. Bahkan kawanan geng motor ini menggebuki remaja yang sedang duduk-duduk tersebut.

Meski sempat terjadi perlawanan, kawanan geng motor berhasil kabur dan membawa satu unit sepeda motor milik warga.

Merasa tidak puas, kawanan geng motor itu malah balik ke lokasi kejadian dengan jumlah yang lebih banyak. Namun warga yang sudah menunggu membuat geng motor gentar. Akhirnya mereka berusaha melarikan diri.

Saat berusaha kabur, tiga anggota geng motor terjatuh dan satu diantaranya menjadi bulan-bulanan warga.

Sebelum membuat kegaduhan di Jalan Zainul Arifin, kawanan begal ini juga sempat melempari sebuah warung di Jalan Ayahanda menggunakan batu.

Dadang mengungkapkan bahwa mayoritas anggota geng motor merupakan anak yang masih di bawah umur, rata-rata berusia 14 sampai 15 tahun.

"Kemarin saya turun langsung melakukan wawancara dengan anak-anak tersebut. Kebanyakan mereka ikut-ikutan. Jadi tempat berkumpulnya di warkop-warkop dan lainnya. Mereka berkumpul dan menamai kelompok-kelompoknya. Memang perlu ada peran serta dari seluruh pihak, orang tua, guru serta tokoh masyarakat," imbaunya.

Menurut Dadang, cara mengantisipasi hal tersebut cukup mudah jika orang tua ikut berperan dalam membimbing anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aktivitas kriminal.

"Misalnya, anak-anak umur 14 tahun ini kan tidak memiliki SIM, tetapi justru dibiarkan sama orang tuanya. Kemudian rata-rata mereka keluar malam pada pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Peran orang tua harus benar-benar untuk mengetahui kegiatan anaknya," jelasnya.

"Kita harus tetap melakukan bimbingan kepada mereka. Karena sebagian besar masih anak-anak. Prosedurnya, terhadap orang tua kita lakukan pemanggilan," tukas Dadang.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar