Penolakan Jenazah Bertentangan Dengan Agama

Penolakan Jenazah Bertentangan Dengan Agama

Belasan warga membawa spanduk berisi penolakan jenazah Rabbial Muslim Nasution alias Dedek untuk dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Sei Sikambing D, Medan, Senin (18/11)

(jw/csp)

Senin, 18 November 2019 | 12:50

Analisadaily (Medan) - Belasan orang melakukan unjuk rasa di Tempat Pemakaman Umum Sei Sikambing D. Massa datang untuk menyampaikan penenolakan jenazah Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) di makamkan di TPU tersebut.

"Kami juga punya hak untuk menolak pelaku bom dikuburkan di sini," kata Dede Harvi Syahari, yang mengaku dari Garuda Merah Putih Community Sumut.

Tidak lama melakukan berunjuk rasa, sejumlah warga mendatangi mereka. Bahkan, ada sebagian warga yang marah dengan aksi yang dilakukan itu.

Sementara, untuk warga sendiri menerima jenazah Rabbial di makamkan di TPU itu. Melihat warga yang marah, mereka yang berunjuk rasa langsung membubarkan diri.

Salah seorang warga, Amin Tanjung, merasa marah dengan aksi penolakan itu. Menurut Amin, penolakan jenazah sangat bertentangan dengan agama. "Insya Allah kami semua di sini menerima jenazah," ucapnya.

Amin menegaskan, warga sekitar pemakaman sama sekali tidak ada yang menolak. Semuanya malah akan membantu proses pengurusan jenazah jika nantinya tiba di pemakaman ini.

"Ya, kalau untuk dosa urusan dia. Tapi, Fardhu Kifayah wajib kita lakukan sesama umat Muslim," tegasnya.

Melihat adanya penolakan, Amin merasa heran itu. Ia menilai, itu justru memecah belah persatuan.

"Insya Allah jenazah siapapun kita terima. Mr x pun kita terima di sini. Kalau mau bukti kalian bisa saya tunjukkan. Ada kuburan tanpa nama. Secara syariat Islam itu wajib," terangnya.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, enggan mengomentari soal adanya sekelompok warga yang menolak penguburan jasad para pelaku terorisme di Medan.

"Saya tidak bisa komentari apa yang menjadi reaksi dari masyarakat, Itu tergantung dari pribadi masing-masing," ucapnya.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar