Penjual Organ Tubuh Harimau Dihukum 2 Tahun Penjara

Penjual Organ Tubuh Harimau Dihukum 2 Tahun Penjara

Ismail Sembiring dalam persidangan di PN Medan, Kamis (4/1)

(jw/eal)

Kamis, 4 Januari 2018 | 17:35

Analisadaily (Medan) - Terdakwa kasus penjualan bangkai dan organ Harimau, Ismail Sembiring Pelawi, dihukum 2 tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. 

Ismail yang merupakan warga Dusun Sumber Waras, Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, terbukti bersalah melanggar Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1990.

"Terdakwa bersalah melanggar Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf b Undang-undang Nomor 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah Nomor 07 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa," kata majelis hakim yang diketuai Riana Pohan saat membacakan vonis dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/1) sore.

Majelis hakim juga memerintahkan agar bangkai harimau yang dijual terdakwa diserahkan kepada Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sumatera Sektor Medan.

"Dan memerintahkan barang bukti berupa harimau dalam keadaan mati diserahkan kepada Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sumatera Sektor Medan," ujar Riana.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sani Sianturi, yang meminta agar buruh sawit itu dihukum 3 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Menyikapi putusan ini, Ismail yang tidak menggunakan kuasa hukum menyatakan menerima putusan. Hal yang sama juga disampaikan JPU Sani Sianturi

Untuk diketahui, Ismail Sembiring diamankan petugas Patroli PAM Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser Seksi PTN Wilayah VI Besitang, 27 Agustus 2017 lalu.

Kemudian dia diboyong ke Markas Komando SPORC Brigade Macan Tutul di Medan untuk dilakukan pemeriksaan.

Penangkapan tersebut terjadi setelah petugas berpura-pura sebagai pembeli kulit harimau yang sudah diawetkan. Namun saat bertemu, petugas langsung mengamankan dirinya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar