Penjelasan Polda Sumut Terkait Berita Bohong soal Terduga Teroris

Penjelasan Polda Sumut Terkait Berita Bohong soal Terduga Teroris

Polda Sumut mem-posting berita bohong yang beredar di media sosial terkait penyerangan Mapolda, Kamis (29/6)

(jw/csp)

Kamis, 29 Juni 2017 | 12:07

Analisadaily (Medan) - Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menanggapi persoalan kabar bohong (hoax) yang beredar di media sosial Facebook. Hoax terkait penyerangan yang dilakukan terduga teroris pada Minggu (25/6) pekan lalu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, hasil penyelidikan di TKP, identifikasi dan keterangan pelaku yang masih hidup terungkap dengan jelas identitas mereka maupun motif melakukan penyerangan.

"Dapat disimpulkan para pelaku kelompok teroris yang ingin merebut senjata api dinas Polri, serta merencanakan aksi teror lanjutan," kata Rina, Kamis (29/6).

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan tidak ada hubungan antara pelaku penyerangan dengan anggota Polri yang menjadi korban. Bahkan mereka tidak saling mengenal, dan ditegaskan tidak ada masalah utang piutang.

Didalam akun Facebook atas nama Surya Hardyanto disebutkan pelaku penyerangan Mapolda Sumut dengan korban sama-sama non muslim. Hal itu juga disebut berita bohong, karena para pelaku di KTP-nya tercantum muslim.

"Apa yang disampaikan pemilik akun adalah hoax dan berbahaya bagi masyarakat yang kurang paham terhadap informasi sebenarnya," jelasnya.

Rina menyebut, saat ini Tim Cyber Crime Direskrimsus Polda Sumut sedang melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun yang memutar balikkan fakta tersebut.

Diungkapkannya, Polri terus berkomitmen dan berbuat bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat yang cinta NKRI untuk mencegah dan memberantas terorisme.

"Pemilik akun Facebook ini ingin memutar balikkan fakta sebenarnya," sebutnya.

Dua pelaku berinisial SP dan AR menyerang pos penjagaan Mapolda Sumut dengan menggunakan pisau hingga menewaskan Aiptu M Sigalinging. Seorang pelaku, AR, ditembak mati polisi dan SP ditembak polisi di bagian pahanya hingga kritis.

Setelah melakukan pengembangan, polisi menetapkan empat orang tersangka yakni SP, AR, Hendri alias Boboy dan FPY (32). SP dan AR berperan sebagai pelaku penyerangan, sementara Boboy memiliki tugas melakukan survei dan pemetaan lokasi, dan FPY berperan ikut merencanakan penyerangan.

Untuk pengembangan kasus lebih lanjut, tiga tersangka yang masih hidup telah diterbangkan ke Jakarta pada Rabu (28/6) kemarin.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar