Penjelasan Jasa Marga Kualanamu Tol Perihal Moratorium

Penjelasan Jasa Marga Kualanamu Tol Perihal Moratorium

Direktur Teknik PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Choliq.

(aa/rzd)

Jumat, 23 Februari 2018 | 21:21

Analisadaily (Medan) - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan surat pemberhentian sementara pekerjaan konstruksi layang yang memiliki risiko bahaya kecelakaan tinggi.

Penghentian sementara atau moratorium itu dilakukan untuk melakukan evaluasi, pasca terjadinya beberapa kecelakaan konstruksi yang terjadi belakangan ini.

Berdasarkan surat Menteri PUPR, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Sumatera Utara, yang dikerjakan oleh PT Jasa Marga Kualanamu Tol juga tercantum.

Menanggapi hal itu, Direktur Teknik PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Choliq, angkat bicara dan merincikan perihal moratorium tersebut.

"Berdasarkan surat Menteri PUPR yang di moratorium itu adalah pekerjaan dengan item gelagar (struktur baja). Sehingga pengerjaan yang lain tetap berjalan," jelasnya kepada Analisadaily.com, Jumat (23/2).

Jalur Tol Medan-Kualanamu yang saat ini sedang dalam proses, pekerjaan item gelagar sudah terpasang semua sebelum keluarnya moratorium.

Pintu Tol Kualanamu. (aa)

Pintu Tol Kualanamu. (aa)

"Alhamdulillah tidak terjadi insiden pada pengerjaan yang lalu (jalur Medan-Kualanamu). Semua (gelagar) sudah terpasang (sebelum moratorium)," sebutnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk jalur Sei Rampah-Tebing Tinggi, pengerjaan item gelagar belum dikerjakan. "Kalau sesuai jadwal, pengerjaannya dimulai sekitar dua bulan lagi. Jadi pengerjaan yang lain tetap jalan," ucapnya.

Ketika disinggung perihal target siap seluruh pengerjaan, Agus menyebutkan akan siap pada tahun ini. "Diperkirakan siap bulan Juli tahun ini," tandasnya.

(aa/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar