Pengusaha Diminta Patuhi SK Gubsu Tentang UMK Medan dan Deli Serdang

Pengusaha Diminta Patuhi SK Gubsu Tentang UMK Medan dan Deli Serdang

Para buruh gelar aksi sujud syukur di depan Gedung PTUN, Rabu (12/7).

(jw/rzd)

Rabu, 12 Juli 2017 | 17:33

Analisadaily (Medan) - Ratusan buruh dari berbagai elemen organisasi bersemangat meneriakkan yel-yel perjuangan. Hal ini sebagai tanda kemenangan usai mendengarkan hasil putusan majelis hakim atas gugatan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2017 oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Medan dan Deli Serdang kandas di PTUN.

Majelis hakim PTUN Medan yang menggelar sidang putusan dua perkara gugatan yang disidangkan secara berbeda tersebut, dalam amar putusannya majelis hakim sama-sama memutuskan sebagai berikut, “Dalam eksepsi, menerima eksepsi tergugat tentang kewenangan absolute pengadilan, menyatakan pengadilan tata usaha negara Medan tidak berwenang untuk memeriksa dan memutus sengketa ini.”

“Selanjutnya, dalam pokok sengketa menyatakan gugatan penggugat tidak diterima, dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 650 ribu.”

Usai persidangan, Willy Agus Utomo, selaku Ketua FSPMI Sumut menyampaikan, menyambut baik putusan majelis hakim. Ia mengatakan, hal ini merupakan buah perjuangan kaum buruh Kota Medan dan Deli Serdang, dan meminta agar pengusaha mematuhi putusan ini.

“Sudah jelas gugatan Apindo ditolak, kita imbau agar pengusaha patuh dan bagi yang belum membayarkan kenaikan UMK 2017 segera membayarnya,” kata Willy, Rabu (12/7).

Ia juga menegaskan, pihaknya akan melakukan upaya hukum balik bagi pengusaha yang tidak membayar upah buruh sesuai SK Gubsu. Dengan demikian, katanya, UMK Medan sebesar Rp 2.528.000 dan UMK Deli Serdang Rp 2.491.418 untuk tahun 2017 mutlak harus dibayarkan pengusaha, terhitung sejak Januari 2017.

“Satu minggu ke depan, bagi pengusaha yang tidak mematuhi UMK, maka kita akan buat pengaduan balik ke Disnaker dan ke kepolisian,” tutup Willy.

Pantauan Analisadaily.com, ratusan buruh dari berbagai elemen menggelar aksi pengawalan sidang putusan di PTUN Medan sejak pukul 09.00 WIB. Aksi ini mendapat kawalan ketat dari jajaran Polrestabes Medan.

Tampak 3 unit mobil water canon dan baracuda dari kepolisian disiagakan di halaman gedung PTUN. Aksi berakhir pada pukul 12.00 WIB. Usai putusan dibacakan majelis hakim, ratusan buruh membubarkan diri dengan tertib.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar