Pengusaha dan Manajer Pabrik Mancis Ditetapkan Sebagai Tersangka

Pengusaha dan Manajer Pabrik Mancis Ditetapkan Sebagai Tersangka

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/csp)

Sabtu, 22 Juni 2019 | 13:02

Analisadaily (Langkat) - Polisi menetapkan Burhan, pengusaha pabrik mancis atau korek gas yang terbakar di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6), sebagai tersangka.

Burhan (37) merupakan warga Jalan Bintang Terang No 20, Dusun XV, Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Polisi juga menetapkan Manajer Industri Rumahan, Lismawarni (43) sebagai tersangka.

Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting mengatakan, keduanya dijadikan tersangka setelah diperiksa secara intensif hingga tadi malam. "Siang ini akan kami keluarkan surat penahanan," kata Iptu Siswanto, Sabtu (22/6).

Siswanto menjelaskan, Burhan dan Lismawarni dinilai telah melakukan kelalaian sehingga menyebabkan 30 orang meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan di TKP, penyidik mendapat bukti, pintu depan pabrik selalu dikunci saat jam kerja.

Padahal, lanjut Siswanto, di dalamnya terdapat barang-barang berbahaya dan mudah terbakar.

“Logikanya, masa pabrik harus dikunci. Kalau terjadi apa-apa, pekerja kan jadi korban. Inilah yang menjadi dasar kami menetapkannya sebagai tersangka," jelas Iptu Siswanto.

Polisi memeriksa sejumlah saksi terkait kasus kebakaran ini, termasuk Sri Maya (47) yang merupakan pemilik rumah yang disewa Burhan untuk menjalankan usahanya.

Dimintai juga keterangan dari empat pekerja yang selamat dalam peristiwa itu, serta warga sekitar. Keempat pekerja itu selamat karena izin keluar sebelum kebakaran terjadi.

Siwanto mengungkapkan, 30 orang yang meninggal dunia terjebak di dalam bangunan berukuran sekitar 5x7 meter diduga tidak dapat keluar karena pintu depan rumah yang dijadikan lokasi home industry itu memang digembok.

Para pekerja yang merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar ini. Biasanya masuk dan keluar lewat pintu belakang.

“Kami akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mengembangkan kasus ini," ungkapnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar