Pengunjung PN Medan Dihebohkan Terdakwa Mengalami Gangguan Jiwa

Pengunjung PN Medan Dihebohkan Terdakwa Mengalami Gangguan Jiwa

Terdakwa Budi Santoso alias Budi Bewok 37 yang mengalami gang‎guan jiwa.

(jw/rzd)

Kamis, 13 Juli 2017 | 19:49

Analisadaily (Medan) - Pengunjung Pengadilan Negeri (PN) Medan sempat heboh saat seorang terdakwa mengalami gangguan jiwa diturunkan dari mobil tahanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Kamis (13/7).

Terdakwa yang mengalami gang‎guan jiwa bernama Budi Santoso alias Budi Bewok (37). Dia terjerat kasus Narkoba yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut pada 3 Maret 2017.

Budi yang merupakan warga Jalan Perwira 1 Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, akan menjalani sidang ke-3 di PN Medan. Selama berada di PN Medan, Budi mengutarakan perkataan yang melantur.

"Harus ada sidang naik helikopter ini. Bukan mobil tahanan ini. Nanti aku bajak aja helikopter di Lapangan Merdeka Medan," kata Budi sembari meminta sebatang rokok kepada pengunjung di PN Medan.

Kepala Seksi Bidang Administrasi/Perawat Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Jaka Manurung mengatakan, Budi mengalami gangguan jiwa‎. Namun Jaka tidak mengetahui persis kapan Budi mengalami gangguan jiwa tersebut.

"Sejak masuk ke Rutan Tanjung Gusta pada 4 Mei 2017 lalu, Budi sudah mengalami gangguan jiwa," katanya.

Jaka juga menjelaskan, Budi dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Sub 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika‎.

"Dalam persidangan ini sudah ketiga kalinya. JPU bernama Sri Lastuti dari Kejati Sumut. Ketua Majelis Hakim bernama Answar Idris‎. Dalam kasus ini, JPU terkesan lepas tangan. Pasalnya, pihak Rutan sebagai pengawal tahanan tidak bisa menghubungi Sri untuk digelar sidang dan ditunda hingga pekan depan," jelasnya.

Hakim meminta surat merah atau kartu merah sebagai surat keterangan bahwa Budi mengalami gangguan kejiwaan. Surat tersebut harus disiapkan oleh JPU, namun JPU belum bisa dihubungi.

"Secara hukum orang mengalami gangguan jiwa tidak bisa dipidanakan dan secara otomatis gugur dari jerat hukum. Karena, hal itu diatur di dalam ‎Pasal 44 KUHPidana," tambahnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar