Pengorbanan Zulkarnain Siregar Agar Anak-anak Dapat Sekolah

Pengorbanan Zulkarnain Siregar Agar Anak-anak Dapat Sekolah

Zulkarnain Siregar sedang menggendong seorang siswa untuk diseberangkan, Rabu (3/5)

(jw/csp)

Rabu, 3 Mei 2017 | 13:05

Analisadaily (Labuhan Batu Selatan) – Di Indonesia tidak hanya biaya pendidikan yang mahal dan sulit dijangkau semua kalangan, tapi juga akses untuk menuju sekolah juga tidak jauh berbeda. Kesulitan itu tentunya selalu dirasakan masyarakat yang tertinggal dan sering terjadi di pinggiran kota-kota besar.

Kondisi demikianlah yang sekarang dialami Zulkarnain Siregar, pemilik kebun sawit, yang terus berupaya hingga mengorbankan dirinya menjadi pelayan jasa bagi anak SD 115501 di Desa Ulu Mahuan, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

Setiap hari, risiko menantinya, bagaimana tidak, hal itu harus dilaluinya demi anak-anak Desa Uluan Mahuan memperoleh pendidikan dan mengejar ketertinggalan. Pagi hari jelang sekolah dan siang setelah pulang, siswa sudah menantinya di tepi sungai untuk diseberangkan.

 Zulkarnain Siregar melewati arus sungai untuk menyeberangkan seorang siswa

Zulkarnain Siregar melewati arus sungai untuk menyeberangkan seorang siswa

Anak-anak sekolah berjalan kaki dari jalur ini karena jarak rumah dengan sekolahnya lebih dekat yakni 4 kilometer. Namun bila melalui jalur ini para siswa harus menyeberangi sungai. Zulkarnain mengatakan dirinya akan membantu anak-anak menyeberangi deras arus sungai dengan cara digendong.

"Ini akses jalan terdekat yang dilalui anak-anak untuk menuju ke sekolah mereka. Ada juga akses lainnya, tapi jaraknya jauh hampir enam kilometer," kata Zulkarnain, Rabu (3/5).

 Zulkarnain Siregar setelah menyeberangkan seorang siswa

Zulkarnain Siregar setelah menyeberangkan seorang siswa

Zulkarnaen menuturkan lebar sungai sekitar 10 meter dan kedalamannya sedada orang dewasa. Untuk melaluinya dia sudah menyiapkan tali tambang yang diikatkan ke seberang. "Tali itu di pasang agar memudahkan penyeberangan karena arus sungainya pun cukup deras. Apalagi kalau musim hujan," tuturnya.

Atas keadaan itu, Zulkarnen berharap, pemeritah dapat membangun sebuah jembatan untuk akses anak-anak melintas. "Saya mengharapkan demikian karena jika tidak anak-anak sulit bersekolah, apalagi kalau hujan datang. Mereka tidak sekolah,” harapnya.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar