Penggusuran Berimbas Kampanye Coblos Kotak Kosong

Hipmi PT: Penggusuran PKL, Kebijakan Tak Populer Bupati Deli Serdang

Penggusuran Berimbas Kampanye Coblos Kotak Kosong

Penggusuran PKL di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (11/4)

(eal)

Rabu, 11 April 2018 | 13:20

Analisadaily (Deli Serdang) - Penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mendapat tanggapan dari banyak pihak. Bahkan tidak sedikit yang menyesalkan tindakan tersebut.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Zaid Fahry, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang agar membatalkan rencana penggusuran terhadap lokasi dagangan mahasiswa di Desa Medan Estate, tepatnya sekitar kawasan Universitas Negeri Medan (Unimed).

Fahry mengatakan, sejumlah mahasiswa mengeluhkan kepadanya rencana penggusuran yang akan mereka alami. Sebab selama ini, selain masyarakat setempat, banyak mahasiswa yang berdagang untuk mendapat biaya kuliah disana.

"Ada banyak mahasiswa yang datang bertemu dengan kita dan meminta perlindungan karena dagangan mereka akan digusur Pemkab Deli Serdang. Mahasiswa yang selama ini menghidupi diri lewat berdagang di lingkungan kampus kini terancam kehilangan tempat usaha karena penggusuran dari Pemkab Deli Serdang," ucap Fahry, Rabu (11/4).

Penggusuran PKL di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (11/4)

Penggusuran PKL di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (11/4)

Menurutnya, selama ini puluhan mahasiswa tersebut membayar uang kos dengan hasil berjualan. Begitu juga untuk membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Lantas kalau dilakukan penggusuran, kemana mereka akan mencari uang untuk menyelesaikan kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bupati Deli Serdang harus mempertimbangkan efek yang timbul dari penggusuran ini. Jika tetap digusur, bupati sudah melakukan kebijakan tak populer di mata masyarakat," tegasnya.

Kalau mau dilakukan penggusuran, Fahry meminta harus disiapkan lokasi alternatif pedagang agar tidak timbul kerugian yang besar dan efek buruk terhadap kondisi mahasiswa yang mencari nafkah ditempat tersebut. 

Sementara ratusan pedagang yang selama ini mencari nafkah disana mengaku kecewa dengan Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan.

"Kami semua komitmen untuk memilih kotak kosong saat Pilkada nanti. Aneh kali Bupati ini, bukannya menyejahterakan rakyatnya, malah orang cari makan digusur," ujar seorang pedagang.

Menurutnya, ada ratusan warga Medan Estate yang selama ini menggantungkan hidup sebagai pedagang di seputaran Jalan Pasar V, Jalan Rumah Sakit Haji dan Jalan Willem Iskandar. Namun kini lapak dagangan mereka dibongkar paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Tampak beberapa buah spanduk ajakan untuk memilih kotak kosong saat Pilkada Deli Serdang 2018 terpampang di sekitar lokasi penggusuran.

(eal)