Pengendara Tertib Lalu Lintas Akan Diberi Hadiah

Angka Kecelakaan di Sumut Mengkhawatirkan

Pengendara Tertib Lalu Lintas Akan Diberi Hadiah

Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol. Raden Heru Prakoso

(dgh/eal)

Rabu, 13 September 2017 | 21:01

Analisadaily (Medan) - Angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Utara sudah pada tahap mengkhawatirkan. Dari catatan kepolisian, angka kecelakaan lalu lintas di Sumut pada 2016 rata-rata 17 sampai 18 orang per hari. Korbannya didominasi pengendara roda dua.

Menurutnya, penurunan angka kecelakaan lalu lintas di tahun 2017 hanya sedikit. Terlihat dari satu semester, angka kecelakaan mencapai 14 sampai 15 orang dengan korban meninggal dunia 4 sampai 5 orang dan luka berat 4 sampai 5 orang.

Jika dikalkulasikan, setiap enam jam sekali, satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Sumut. Tak heran jika data yang dirilis WHO menyebut, Indonesia berada di urutan kelima terbesar angka kecelakaan.

Data itu menurut Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol. Raden Heru Prakoso, dalam status memprihatinkan. Sebab itu, pihaknya kini getol membangun program tertib berlalu lintas bagi para pengendara. Ia berusaha menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk mendapatkan pengendara yang tertib, taat dan menghormati aturan berlalu lintas.

"Nantinya ada yang menyurvei bagi pengendara yang tertib itu. Ada yang memotonya dan program ini sudah kita mulai. Untuk per hari kita ambil tiga orang dan sebulan 96 orang. Bagi pengendara yang tertib, akan kita beri hadiah. Per tiga bulan akan kita undang untuk membahas ketertiban berlalu lintas," kata Raden Heru Prakoso di Medan, Rabu (13/9) sore.

Pemberian hadiah itu, sambung Heru, supaya pengendara yang sudah tertib di jalanan bisa memengaruhi pengendara lain, minimal di lingkungan kecil, yakni keluarga. Untuk mengkoordinir para pengendara yang dinilai tertib dan patuh tadi, mantan Kasat Lantas Poltabes Medan era 2001 ini mengatakan, akan membuat grup kepada 96 orang yang dikumpulkan sebulan dan itu akan terus berganti orang.

"Selain membahas ketertiban berlalu lintas sekaligus silaturahmi, mereka nantinya sebagai ikon untuk membahas etika berlalu lintas. Kalau saja 10 sampai 50 persen mereka betul-betul peduli, tentu bisa mempengaruhi orang lain untuk tertib berlalu lintas, seperti berani menegur para pengendara lain yang lalai. Kita yakin pengendara di Sumut ini khususnya Kota Medan, pasti jauh lebih baik," imbuhnya.

Selain program jangka pendek dengan menyeleksi dan mencari pengendara jalan yang tertib berlalu lintas, ia juga berjanji akan memastikan program jangka panjang mengenai pengetahuan tertib berlalu lintas bagi dunia pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah.

"Saya sudah buat wacana di sekolah untuk ikut rapat mengenai pembahasan kurikulum pendidikan berlalu lintas. Inilah program jangka panjang kita. Intinya, kita meminimalisir dan mengimbau agar anak sekolah sepatutnya tidak berkendara," pungkasnya.

(dgh/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar