Pengembangan Danau Toba, Luhut: Masyarakat Harus Kita Dengar

Pengembangan Danau Toba, Luhut: Masyarakat Harus Kita Dengar

Danau Toba dilihat dari Menara Tele, Kabupaten Tobasamosir, Sabtu (7/9)

(jw/csp)

Sabtu, 7 September 2019 | 11:21

Analisadaily (Balige) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar Pemda dapat bekerja lebih total untuk percepatan implementasi Danau Toba sebagai salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Menurutnya, ini masalah serius, Pemda harus turun tangan langsung dan bisa juga untuk sementara berkantor di Kawasan Otoritatif Badan Otorita Pariwisata Danau Toba di Sibisa, dan bekerjasama dengan Kementerian PUPR.

"Saya juga meminta kepada Badan Otoritas Danau Toba (BODT) untuk berkantor juga di sana. Hal ini telah kita lakukan dengan studi yang betul-betul komprehensif, jadi tiada alasan lagi nanti tidak bisa," kata Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi BODT bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Jumat (6/9).

Kepada para Bupati yang hadir, Luhut melanjutkan, di antaranya Bupati Toba Samosir, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Dairi dan perwakilan lainnya, untuk berkumpul melibatkan berbagai pihak dan membahas hal seperti pendanaan dan regulasi secara intens dan mendetail.

"Adakan rapat mengenai ini, agar betul-betul terlibat, dan pendanaan tadi saya minta perbankan nasional seperti BRI untuk nanti bisa berperan dan semua masuk ke tim, kemudian dari Kementerian PUPR nanti tim nya juga diikutkan,” sambungnya.

“Mengenai Rancangan Induk Pariwisata Daerah itu saya minta agar setiap Kabupaten dapat segera dibuat. Sebab ini kita dapat Rp 2.5 trilyun dan menghabiskan itu tidak mudah, karena kita akan bangun infrastruktur, saya mohon semua dapat memperhatikan hal ini dengan serius," jelasnya.

Hal lain yang tidak kalah penting menurut Luhut, yaitu masalah kebersihan dari Danau. Salah satu caranya, mengikuti langkah yang diterapkan Kabupaten Humbang Hasundutan, yakni mengoperasikan alat pengolah enceng gondok untuk dapat diubah menjadi pupuk.

“Kebersihan Danau Toba juga hal penting, enceng gondok misalnya, di Kabupaten Humbang Hasundutan sudah ada, nanti saya minta setiap Kabupaten dapet mencontoh mesin pengolah enceng gondok seperti yang sudah diterapkan di Humbang Hasundutan, itu nanti bisa dijadikan humus, atau pupuk. Keramba jaring, juga agar dapat dicari solusinya, jangan menjadi jorok, tertibkan itu," tegas Luhut.

Dalam Proposal Pengembangan Pariwisata Danau Toba, nantinya pemerintah akan mengandeng perusahaan start up ternama, misalnya OYO untuk operator hotel dan juga mengadakan pelatihan pelayanan publik.

Kemudian Grab atau Gojek untuk layanan transportasi dan mengadakan pelatihan driver dan tour guide. Ada pula SIAP yang akan mengadakan pelatihan pengembangan usaha masyarakat di sekitar Danau Toba.

"Sementara pembiayaan akan ditangani oleh Bank BRI dan perbankan nasional lain untuk pembiayaan dan pelatihan masyarakat sekitar," terang Luhut.

Ada pula international outlet dengan hadirnya Starbucks, apabila beroperasi akan diwajibkan menggunakan kopi lokal yang sudah sangat terkenal di dunia, semisal kopi dari dataran tinggi Simalungun.

Sebagai tindak lanjut, agar pihak Pemda dapat berkoordinasi untuk melakukan inventarisasi aset dan mengadakan studi secepatnya mengenai kondisi sekitar Danau Toba.

"Dan, setelah key asset masing-masing Kabupaten ditentukan, maka perlu dilakukan koordinasi agar atraksi yang akan ditampilkan tidak terkesan tumpang tindih, agar pemerintah pusat, pemerintah daerah dan berbagai pihak lain dapat segera berkoordinasi terkait dengan teknis skema pembiayaan," ujar Luhut.

"Apabila ada masalah selesaikan dengan koridor hukum yang berlaku, jangan kita ragu untuk menyelesaikan masalah, masyarakat sekitar juga harus kita dengarkan, sebab mereka nantinya yang akan berperan langsung," tutup Menko Luhut tersebut.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar