Pengamat: Koalisi Golkar-PDIP Paling Menjanjikan di Pilgubsu

Pengamat: Koalisi Golkar-PDIP Paling Menjanjikan di Pilgubsu

Ketua DPD Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu (kedua kiri) bersalaman dengan Ketua DPD PDI-P Sumut, Japorman Saragih (kedua kanan) di Kantor DPD PDI-P Sumut, Sabtu (29/7)

(rzp/eal)

Senin, 31 Juli 2017 | 20:03

Analisadaily (Medan) - Partai Golkar sudah menjajaki koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumatera Utara. Hal itu ditandai dengan pendaftaran Ngogesa Sitepu ke PDI-P Sumut untuk Pilgubsu 2018 mendatang.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Fakhrur Rozi menilai, koalisi yang sedang dibangun Golkar-PDIP di Pilgubsu 2018 merupakan langkah yang tepat.

"Saya melihat koalisi dua partai pemenang di Sumut ini akan menjadi kekuatan politik besar yang bisa menarik partai politik lain untuk berkoalisi. Dengan begitu, potensi dan peluangnya cukup besar memenangkan Pilgubsu," kata Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sumut itu, Senin (31/7).

Menurutnya, jika PDI-P sepakat mengusung Ketua Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu, sebagai Cagubsu, maka PDI-P memiliki sejumlah nama untuk diusung sebagai Cawagubsu.

"Jika PDI-P sepakat menjadikan Ngogesa sebagai Cagub, tentu nama-nama seperti Soetarto (Sekretaris DPD PDI-P Sumut) bisa disandingkan sebagai Cawagubsu," urai Rozi.

Rozi menilai, Ngogesa-Soetarto merupakan hipotesis pasangan yang bisa diambil Golkar-PDI-P untuk mengawali pembahasan koalisi. Komposisi Karo-Jawa memiliki potensi untuk menang.

"Soetarto dikenal sebagai marhaen tulen, alumnus GMNI. Perlu dicatat juga, Soetarto boleh dibilang menjadi satu-satunya tokoh masyarakat Jawa yang potensial memimpin Sumut. Dengan perhitungan kasar saja, masyarakat dengan irisan etnis Jawa di Sumut jumlahnya mencapai 32%. Ditambah lagi kekuatan sosial yang dimiliki Ngogesa," sambung Rozi.

"Hal itu lebih menjanjikan ketimbang memaksakan nama Maruarar Sirait di nomor satu namun kalah seperti Pilgubsu 2013. Pengalaman yang ada, masyarakat Sumut seperti kurang menerima tokoh impor."

Menurutnya, rencana koalisi tersebut mesti diseriusi oleh DPP Partai Golkar dan DPP PDI-P. Alasannya sudah cukup banyak disampaikan berbagai pihak, terutama fakta bahwa kedua partai ini kalah di Pilgubsu 2008 dan 2013 karena tak berkoalisi.

"Kemesraan Partai Golkar dan PDI-P belakangan ini (isu Perppu Ormas dan UU Pemilu) bisa menjadi trigger terwujudnya koalisi PDI-P-Golkar di Sumut. Sosok Ngogesa sudah dikenal baik oleh PDI-P karena Ngogesa diusung partai ini dalam dua edisi Pilkada Langkat dan menang," tandasnya.

Pada Sabtu (29/7) pekan lalu, Ketua Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu, sudah resmi mendaftarkan diri ke PDI-P Sumut untuk ikut dalam pertarungan Pilgubsu 2018.

"Ngogesa bagian tak terpisahkan PDIP Sumut. Selama ini kerjasama dan koalisi di Pilbup Langkat sudah berjalan sangat baik," kata Ketua PDI-P Sumut, Japorman Saragih, saat menerima pendaftaran Ngogesa.

(rzp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar