Pengamat: Dukungan Purnawirawan dan Intelektual Penting Untuk Jokowi-Ma'ruf

Pengamat: Dukungan Purnawirawan dan Intelektual Penting Untuk Jokowi-Ma'ruf

Capres nomor urut 01, Joko Widodo, Selasa (12/2)

(rzp/csp)

Selasa, 12 Februari 2019 | 16:50

Analisadaily (Jakarta) - Di waktu kurang tiga bulan menjelang Pemilu, suhu politik semakin menghangat. Tidak sekadar karena perdebatan-perdebatan antarkubu pasangan calon presiden dan wakil presiden, juga dukungan dari berbagai kelompok kepada pasangan calon, termasuk dari para purnwirawan TNI/Polri seperti acara dukungan kepada petahana Joko Widodo.

Pengamat Politik The Habibie Center, Bawono Kumoro menyebutkan, jika melihat dari jumlah, memang dukungan purnawirawan TNI/Polri tidak terlalu besar karena sekian persen saja dari 192 juta pemilih. Namun, dukungan mereka bernilai penting dalam hal memperkuat persepsi publik terhadap seorang kandidat presiden.

Menurutnya, bukan rahasia lagi bila sebagian besar warga Indonesia menganggap bahwa pilihan para tentara patut diikuti. Sekian puluh tahun tentara memainkan peran penting di panggung politik nasional.

"Khusus bagi Joko Widodo, dukungan para purnawirawan TNI/Polri untuk menandingi citra ketegasan selama ini dijual oleh kompetitornya. Dengan dukungan para purnawirawan TNI/Polri diharapakan citra tersebut bisa diruntuhkan atau paling tidak diimbangi," kata Bawono, Selasa (12/2).

Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sejauh ini juga tercatat mendapatkan dukungan dari alumni Universitas Indonesia (UI) Universitas Gadjah Mada (UGM) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan beberapa perkumpulan alumni perguruan tinggi lain. Dukungan dari perkumpulan-perkumpulan alumni ini memang penting bagi petahana untuk mendongkrak perolehan suara di kalangan terpelajar.

"Jika merujuk hasil survei lembaga-lembaga survei selama ini, telah dipublikasikan seperti hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bulan Januari 2019 terlihat basis suara pemilih pasangan calon 01 masih didominasi kalangan berpendidikan menengah ke bawah," tukasnya.

Dukungan diperoleh Joko Widodo-Maruf Amin di kalangan terpelajar sebesar 37.7%. Jika dibandingkan kompetitor mereka, tercatat memiliki tingkat keterpilihan sebesar 44.2% dari kalangan terpelajar. Karena itu pemilih kalangan berpendidikan menengah ke atas dirasakan perlu diperkokoh juga oleh petahana.

"Selain itu dukungan perkumpulan alumni perguruan-perguruan tinggi juga bernilai strategis bagi pemerintahan periode kedua Joko Widodo nanti apabila terpilih kembali. Kemitraan antara pemerintah dan kampus serta kalangan akademisi dalam membangun bangsa dan negara ke depan," tandasnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar