Pengamat: Djoss Diprediksi Akan Unggul Pada Debat Ketiga Pilgubsu

Pengamat: Djoss Diprediksi Akan Unggul Pada Debat Ketiga Pilgubsu

Debat publik ketiga jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Selasa (19/6)

(jw/csp)

Selasa, 19 Juni 2018 | 22:32

Analisadaily (Medan) - Debat Publik Ketiga Pemilihan Gubernur Sumatera Utara terakhir yang akan digelar di Hotel Santika, Medan mengusung tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia, Selasa (19/6).

Pengamat Politik FISIP USU Fernanda Putra Adela, memprediksi pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus akan unggul dalam debat. Analisisnya berdasar pada dua debat sebelumnya.

Dalam dua debat terakhir, kedua pasangan calon terlibat saling balas argumen. Beberapa istilah dalam debat seperti stunting dan martabatisasi sempat menjadi viral di media sosial.

"Kalau secara objektif kita melihat, Tim DJOSS ini lebih matang. Karena pengalaman Djarot khususnya sudah terbiasa dengan debat-debat gitu. Kemudian di jakarta  dengan yang lebih tinggi dinamikanya dia bisa menguasain itu. Nah di ERAMAS ini saya pikir mereka harus serius untuk menempa pengetahuan dia melalui konsultannya. Jangan sampai mengeluarkan bahasa yang tidak terarah," katanya.

Fernanda Putra Adela juga mengkiritisi istilah stunting yang sempat membuat Edy Rahmayadi bingung untuk menjawabnya. Menurut Tata apa yang dijawab Edy Rahmayadi terlihat tidak terkonsep.

"Seperti stunting misalnya. Malah dijawab soal ambulans dan sebagainya. Kan itu kan tidak terkonsep sebenarnya. Saya pikir ada kegugupan juga. Ini masalah kegugupan juga. Soal jam terbang DJOSS memang unggul. Saya melihat, DJOSS bisa unggul di debat terakhir," ucapnya.

Fernanda Putra Adela juga memandang pengalaman Djarot yang pernah memimpin di Kota Blitar dua periode dan Gubernur DKI Jakarta, menjadi modal penting. Sehingga Djarot paham dengan istilah-istilah seperti stunting dan lainnya.

"Stunting itu isunya isu nasional. Tapi kan kemudian dia kan cari celah ke situ untuk kemudian meng-KO-kan pasangan ERAMAS. Nah, saya pikir kalo seperti itu, di debat ketiga ini akan punya  potensi lagi ada balas pantun lagi. Saya melihatnya seperti itu," ungkapnya.

Pada debat sebelumnya, Pasangan DJOSS sempat dicecar pertanyaan soal Dalihan Na Tolu atau filosofis atau wawasan sosial-kulturan yang menyangkut masyarakat dan budaya Batak. Saat debat itu, Djarot yang diminta menjawab tampaknya diberi bocoran oleh Sihar Sitorus, wakilnya.

"Karena jam terbang itu ketika dia dikasih kata kunci dari Sihar. Kemudian djarot bisa mengeksplorasi itu. Saya lihat karena mungkin pengalaman dia sebagai kepala daerah sehingga dia bisa menguasai bahan," ujarnya.

Dia pun memberikan saran agar kedua paslon lebih mempersiapkan bahan matang soal tema debat. Apalagi tema yang diangkat soal HAM. Sumut juga termasuk angka tertinggi kasus HAM, khususnya soal konflik agraria. Para calon harus menempatkan diri sebagai kepala daerah yang hadir di tengah persoalan HAM.

"Artinya mereka harus punya  posisi lah bagaimana kemudian mengentaskan kasus-kasus HAM yang melibatkan negara dan masyarakat khususnya terkait Sumatera Utara ini kan isu yang paling besar itu kan di  konflik agraria, harus ada solusi konkretnya. Artinya solusi konkret itu bagaimana mereka itu kemudian  mengurai benang kusut kasus-kasus konflik agraria di Sumatera Utara. Itu yang paling penting," pungkasnya.

Dalam debat kali ini Fernanda Putra Adela memprediksi akan terjadi debat sengit. Karena pada momen terakhir ini, para paslon bersaing untuk mermebut hati rakyat dengan argumen-argumen yang bernas.

"Kedua pasangan harus menyiapkan amunisi dengan serius gitu. Apalagi kasus tema-tema tentang HAM ini kan tema yang sentitif yang jarang dieksplorasi oleh pemerintah tapi kemudian diekplorasi oleh lembaga swadaya masyarakat  kebanyakan. Itu yang saya pikir mereka akan sulit untuk menjelaskan solusi konkrit. Karena masalah HAM ini kan yang terlibat di kepolisian, di kejaksaan juga. Nah kemampuan mereka untuk mengkonsolidasikan lah muspida-muspida di daerah ini," tutupnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar