Penertiban ‘Pasar Tumpah’ di Jalan AR Hakim Disertai Solusi

Penertiban ‘Pasar Tumpah’ di Jalan AR Hakim Disertai Solusi

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, Rusdi Sinuraya, berdialog dengan para pedagang.

(rel/rzd)

Senin, 17 September 2018 | 16:23

Analisadaily (Medan) - Penertiban 'Pasar Tumpah' di Jalan AR Hakim atau Pasar Aksara beberapa waktu lalu, merupakan kebijakan yang berpihak pada pedagang. Sebab dalam penertiban, disertai solusi berupa pemberian lapak gratis.

Hal itu dikatakan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, Rusdi Sinuraya, saat disinggung terkait penertiban pedagang Pasar Aksara. Diungkapkannya, para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut sebagian terdiri dari korban kebakaran Aksara Plaza beberapa waktu lalu.

“Sesungguhnya, para pedagang tersebut tidak terlalu banyak, sebagian merupakan pedagang baru,” katanya, Senin (17/9).

Rusdi menegaskan, penertiban yang dilakukan bukan tanpa solusi. Pihaknya sangat peduli dengan 250 pedagang di sana, dan telah menyiapkan solusinya dengan memberikan tempat di beberapa lokasi.

Lokasi-lokasi yang disediakan bisa dipilih para pedagang yang berdekatan dengan tempat tinggal, seperti di terminal Jalan Willem Iskandar yang bisa menampung 120 pedagang, Pasar Bakti 15 pedagang, Pasar Halat 60 pedagang, Pasar Sentosa Baru 13 pedagang.

Kemudian Pasar Glugur 160 pedagang, Pasar Sambu 200 pedagang, Pasar Pendidikan 30 pedagang, dan di Jalan Panglima Denai, tepatnya di samping tol bisa menampung 250 pedagang.

“Telah kamis siapkan 728 tempat berjualan, dan ini cukup banyak. Semua pedagang Aksara bisa ditampung. Pedagang diharapkan berjualan di tempat yang sudah disediakan. Seluruhnya disiapkan pemerintah tanpa dipungut biaya alias gratis,” ungkapnya.

Rusdi berharap kepada para pedagangan, jangan memaksanakan kehendak berjualan di tempat yang dilarang. Kkarena hal itu dapat mengganggu kepentingan umum dan melanggar Undang-undang.

Apalagi, dalam waktu dekat Kota Medan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional. Tentu banyak orang datang dari seluruh Indonesia ke Medan. Kondisi seperti ini jelas menggangu estetika.

“Penertiban dilakukan permanen. Ke depan tidak boleh lagi ada pasar tumpah di Kota Medan,” tandasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar