Penderita Ganguan Jiwa Tewas Dibakar Massa

Penderita Ganguan Jiwa Tewas Dibakar Massa

Korban tewas dibakar massa di Karo.
 

(jw/rzp)

Kamis, 10 Mei 2018 | 17:13

Analisadaily (Karo) - Dianggap sudah sangat meresahkan, seorang penderita gangguan jiwa di Kabupaten Karo tewas dibakar massa. Hal ini terjadi di Desa Tanjung Mbelang, Kecamatan Tiganderket.

Informasi diperoleh Analisadaily.com, Kamis (10/5), korban bernama Tobat Sembiring. Pria berusia 45 tahun ini tewas setelah dianiaya dan dibakar hidup-hidup oleh warga pada Rabu (9/5) sekitar pukul 19.30 WIB.

"Iya benar, korban mengalami gangguan jiwa dibakar masyarakat karena sudah meresahkan di desa itu," kata Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Ras Maju Tarigan.

Selain meresahkan, dalam lima hari terakhir korban juga sering membuat onar. Setiap orang yang melintas di jalan selalu dikejar korban dengan senjata tajam seperti kelewang.

Masyarakat yang sudah resah dengan perbuatan korban, dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, menyeret korban di jalan menuju Perladangan Kenjulu. Di sana, warga menganiaya serta membakar korban hidup-hidup.

"Korban ini juga yang membunuh istrinya dengan cara dibakar dan memutilasi pada tahun 2013 lalu. Kasusnya sempat diproses sampai ke pengadilan, dan hakim memutuskan korban benar-benar mengidap sakit jiwa. Oleh keluarga, saat itu korban dibawa ke Rumah Sakit Jiwa," ucapnya.

Usai kejadian, pihak kepolisian langsung menuju TKP untuk melakukan penyelidikan. Pihak keluarga dari korban telah ikhlas menerima dan tidak akan menuntut atas kejadian yang terjadi.

"Disaksikan polisi, Bhabinkamtibmas dan Pemerintahan Desa setempat, keluarga membuat pernyataan tertulis tak akan menuntut kejadian yang menimpa korban," jelasnya.

"Tadi malam korban langsung dibawa keluarganya untuk dikebumikan. Namun begitu, kita tetap masih melakukan penyelidikan. Kita belum tahu, korban dibakar pakai apa. Masih penyelidikan," terang Kasat Reskrim tersebut.

Ras Maju Tarigan menambahkan, kejadian pada November 2013 lalu, korban membunuh istrinya bernama Apriani beru Pasi (35). Hal itu membuat warga Desa Tanjung Mbelang geger. Karena korban melakukan aksinya tersebut sangat sadis.

Setelah dibunuh, mayat istrinya itu ditemukan setelah tengkorak kepalanya dibawa anjing di jalan umum antara Desa Tanjung Mbelang dan Tanjung Pulo.

"Setelah diselidiki polisi, ditemukan tulang belulang yang kondisinya gosong bersama bakaran ban bekas tepatnya di belakang rumah korban," tandasnya.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar