Pendamping Desa Sumut Diharapkan Bangun SDM

Pendamping Desa Sumut Diharapkan Bangun SDM

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bertemu dengan ribuan pendamping desa dari seluruh Sumatera Utara, Senin (8/10). (Sumber Foto: Istimewa)

(rel/rzd)

Selasa, 9 Oktober 2018 | 15:58

Analisadaily (Deliserdang) - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bertemu dengan ribuan pendamping desa dari seluruh Sumatera Utara dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Senin (8/10) kemarin.

Jokowi, sapaan akrab Presiden mengatakan, setelah membangun infrastruktur diharapkan semua pihak termasuk pendamping desa dapat membangun manusia desa. Menurutnya, pemerintah selama 3 tahun fokus pada pembangunan infrastruktur desa.

"Dana desa bukan hanya untuk membangun infrastruktur, sudah saatnya kita membangun manusianya, kita ingin manusia Indonesia sudah sehat sejak dalam kandungan," katanya, ditulis Selasa (9/10).

Jokowi menyebut, sejak tahun 2015 hingga 2017, ada anggaran dana sebesar Rp 187 triliun untuk dana desa. Dana tersebut diharapkan Jokowi dapat digunakan sebaik-baiknya.

"Saya titip dana yang seperti ini harus tepat sasaran. Oleh sebab itu, ada pendamping desa. Banyak negara mau belajar dengan kita apa itu dana desa, bagaimana pengelolaannya, manfaatnya, apa efeknya," sebutnya.

Jokowi mengatakan, dahulu perputaran ekonomi hanya ada di Jakarta dan kota- kota besar. Dengan kata lain, desa jadi terlupakan. Untuk itu, dana desa akan bermanfaat untuk rakyat desa. Tentunya, dana desa harus benar-benar bermanfaat.

"Pembangunan desa tidak boleh setengah-setengah dan tidak boleh basa basi, ini harus betul bermanfaat, ada pembangunan irigasi, jembatan, dan saya ingatkan agar barang- barang itu pembeliannya agar di desa dan sekitarnya, agar perputaran uang di desa jadi besar," ucapnya.

Kepala desa, Pendamping Desa, Guru PAUD, Posyandu dan lainnya harus terintegrasi. Menurut Jokowi, manfaatnya akan kelihatan tidak hanya setahun dan dua tahun saja bahkan bisa 5 atau sepuluh tahun. Meski begitu semuanya harus disiapkan dari sekarang.

"Kalau tidak, kita akan kalah dari negara lain," ujarnya.

Jokowi berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan komponen terkait bisa bersama-sama memanfaatkan dan memantau penggunaan dana desa.

"Semoga penggunaanya betul bermanfaat bagi rakyat," ujarnya lagi.

Pengawasan Terus Ditingkatkan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani mengatakan sesuai arahan Presiden, pendampingan desa dan pengawasannya terus ditingkatkan. Tahun depan, anggaran desa ditingkatkan dari Rp 60 triliun menjadi Rp73 triliun.

"Kualitas pekerja pendamping desa kami perbaiki. Dari tadi yang di pusat dan dialihkan di Provinsi, hingga diseleksi menggunakan sistem online," ungkapnya.

Selain itu, pendampingan juga dilakukan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dengan sosialisasi serta meningkatkan kapasitas pendamping desa.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar