Pencatatan Hak Cipta Online Lewat Kriptografi Mampu Hilangkan Pungli

Pencatatan Hak Cipta Online Lewat Kriptografi Mampu Hilangkan Pungli

<span rgb(34,="" 34,="" 34);="" font-family:="" arial,="" helvetica,="" sans-serif;"="">Sistem Pencatatan Hak Cipta Online dengan Teknologi Kriptografi menerima penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB, di Surabaya, Rabu (19/9)

(rzp/csp)

Kamis, 20 September 2018 | 14:04

Analisadaily (Jakarta) - Sistem Pencatatan Hak Cipta Online dengan Teknologi Kriptografi mampu hilangkan pungutan liar (pungli) bagi yang mendaftarkan hak cipta. Hal ini dikatakan Direktur Jenderal DJKI Kemenkumham, Freddy Harris.

Kini bagi semua produk Kekayaan Intelektual, mengikuti Hak Cipta dan Indikasi Geografis sudah dibangun melalui aplikasi pendaftaran online oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Sudah berjalan online secara penuh dan bisa segera dinikmati masyakarat manfaatnya," katanya, Kamis (20/9).

Freddy Harris menambahkan, proses di inovasi Sistem Pencatatan Hak Cipta Online dengan Teknologi Kriptografi bahkan lebih aman. Juga mampu melindungi kerahasiaan data, keabsahan data, dan integritas data.

Ahlasil memberikan harapan besar bagi para pemilik karya ciptaan. Supaya karya ciptanya bisa tercatat secara rapi di negara.

"Sertifikat Hak Cipta yang kini berupa softfile sehingga bisa dicetak kapanpun, jelas menyajikan kemudahan tersendiri dalam penyimpanan," tutur Freddy.

Selain itu, juga mampu meningkatkan permohonan hak cipta, kini mencapai 15.832 per Agustus 2018. Menurut Freddy, dengan aplikasi Hak Cipta online ini animo masyarakat jadi bagus mendaftarkan hak cipta.

"Sekarang sudah ada puluhan ribu permohonan pencatatan Hak Cipta yang ada DJKI.Dan hanya membutuhkan waktu satu hari," tambahnya.

Sistem Pencatatan Hak Cipta Online dengan Teknologi Kriptografi ini juga berdampak pula pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diterima negara. Hal itu dikarenakan ikut meningkatkan permohonan hak cipta, seturut mengikuti PNBP.

Sebelumnya pada tahun 2015 permohonan pencatatan hak cipta hanya berada pada angka 5.864, lalu meningkat menjadi 7.235 permohonan pada tahun 2016 dan 11.764  permohonan di tahun 2017.

Sekadar informasi, Sistem Pencatatan Hak Cipta Online dengan Teknologi Kriptografi berhasil meraih Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), di Hotel Shangri-La, Rabu (19/9).

Pada malam penyerahan penghargaan itu dihadiri oleh para pimpinan dari 16 kementerian, 20 lembaga, 18 provinsi, 16 kota dan 39 kabupaten. Penghargaan yang diterima Freddy Harris langsung diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.

"DJKI akan terus berinovasi, nanti akan ada pelayanan merek dan pusat data Kekayaan Inteletual ASEAN," Freddy Harris berharap.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar