Penasaran Didatangi dalam Mimpi, Anak Bongkar Makam Ayah

Penasaran Didatangi dalam Mimpi, Anak Bongkar Makam Ayah

Pembongkaran makam.

(jw/rzd)

Jumat, 2 Maret 2018 | 13:35

Analisadaily (Medan) - Warga yang berada di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ujung Tanjung di Pemakaman Wakaf l, Jalan Pinang Baris, dihebohkan dengan pembongkaran salah satu kuburan.

Pembongkaran kuburan berawal dari sang anak, Dwi Pratiwi Siregar, meminta bantuan kepada pihak kepolisian untuk menggali kuburan ayahnya, almarhum M Ridwan Siregar, yang meninggal dan dikebumikan Kamis (22/2) lalu.

"Sang anak meminta membongkar kuburan ayahnya karena sering dimimpikan kalau ayahnya masih hidup," kata Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna, Jumat (2/3).

Atas permintaan keluarga, aparat kepolisian dari Polsek Sunggal bersama Dwi Pratiwi Siregar, membongkar kuburan tersebut.

"Pihak keluarga atau anak almarhum mendatangi Polsek Sunggal untuk memberitahukan rencana pembongkaran atau penggalian kuburan orang tuanya, yang sudah hampir satu minggu dikebumikan," ‎ungkap Wira.

Pihak kepolisian bersama keluarga almarhum mendatangi pemakaman tersebut. Selanjutnya melakukan pengalihan kuburan untuk membuktikan mimpi dari putri almarhum.

"Personel piket fungsi di pimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) AKP Enan Surbakti menuju lokasi pekuburan untuk membongkar kuburan," jelas Wira.

Saat dilakukan penggalian, belum sampai ditemukan jenazah almarhum M Ridwan Siregar, dari dalam kuburan mengeluarkan bau busuk. Penggalian dihentikan oleh pihak keluarga dengan disaksikan warga sekitar dan pihak kepolisian.

"Setelah dilakukan penggalian dengan kedalaman setengah meter langsung mengeluarkan bau busuk dari dalam kuburan, sehingga penggalian tidak dilanjutkan dan petugas penggali kuburan langsung menutup kembali," ungkapnya.

Selanjutnya pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak keberatan untuk dilakukan pembongkaran makam, untuk memastikan apakah masih hidup. Setelah mengetahui hal tersebut, keluarga dan warga meninggalkan tempat pemakaman.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar