Penangkapan Dosen USU Dinilai Berlebihan

Penangkapan Dosen USU Dinilai Berlebihan

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, saat pemaparan kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial, Kamis (24/5)

(jw/csp)

Kamis, 24 Mei 2018 | 14:04

Analisadaily (Medan) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara dinilai berlebihan karena menangkap dosen di Universitas Sumatera Utara, HDL. Perempuan berusia 46 tahun itu ditangkap setelah posting-an di akun facebooknya diduga memuat ujaran kebencian.

Ketua umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara, Septian Fujiansyah Chaniago, menganggap bunyi posting-an ‘Skenario pengalihan yang sempurna #2019gantipresiden’ tidaklah dapat dikategorikan sebagai ujaran kebencian.

"Karena, tidak ada nuansa ujaran kebenciannya. Apalagi, jika dikaitkan dengan peristiwa bom di Surabaya. Jelas, tidak ada menyinggung soal bom," kata Septian, Kamis (24/5).

Menurutnya lagi, jika dicermati lebih jauh sebenarnya posting-an lebih mengarah pada pendapat ataupun kritik terhadap pemerintah. Hal demikian sangatlah biasa, selain merupakan konsekuensi dalam berdemokrasi juga hak konstitusional warga negara.

"Karena itu, HMI meminta Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyudahi kasus ini dan menyarankan agar lebih fokus dalam pengawalan Kamtibmas bulan Ramadan dan menuju Pilgubsu 27 Juni 2108," ungkap Septian.

Diketahui sebelumnya, HDL ditahan penyidik Polda Sumut karena diduga melakukan ujaran kebencian. Pegawai Negeri Sipil yang merupakan dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara itu ditangkap di rumahnya di Jalan Melinjo II Kompleks Johor Permai, Medan Johor, Medan, Sabtu (19/5).

HDL diamankan setelah statusnya di akun Facebook-nya, dituliskan "Skenario pengalihan yg sempurna... #2019GantiPresiden". Polisi menduga dia telah melakukan ujaran kebencian melalui status yang ditulis pascateror bom di Surabaya, Minggu (13/5).

Setelah postingannya viral, perempuan dengan pendidikan terakhir S2 ini langsung menutup akunnya tersebut. Namun, netizen sudah menyimpan screenshoot-nya dan membagikan ke media daring.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, motif posting-an itu karena terbawa suasana dan emosi setelah maraknya tulisan #2019GantiPresiden. Disamping itu HDL merasa kecewa dengan pemerintah, yang menurutnya semua kebutuhan naik dan itu dia nilai tidak sesuai janji saat kampanye 2014.

Wanita kelahiran tahun 1972 itu kini telah berada di Mapolda Sumut untuk dilakukan penyidikan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Petugas juga telah memeriksa saksi dan menyita barang bukti berupa Iphone 6S dan SIM card milik pelaku untuk kepentingan penyidikan.

"Polisi juga melakukan Digital Forensik terhadap handphone HDL dan melakukan pendalaman," tambah Mantan Wakapolrestabes Medan tersebut.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar