Penanganan Dampak Gempa Diintensifkan, 10 Orang Meninggal Dunia

Penanganan Dampak Gempa Diintensifkan, 10 Orang Meninggal Dunia

Gempa dengan kekuatan 6.9 Skala Richter meluluhlantahkan rumah warga di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (20/8) (Foto BNPB)

Senin, 20 Agustus 2018 | 12:51

Analisadaily (Lombok) – Gempa bumi dengan kekuatan 6.9 Skala Richter yang beruntun mengguncang Lombok pada Minggu (19/8), menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan bertambah.

Data dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (7 rusak berat, 5 rusak sedang, 139 rusak ringan) dan 6 unit fasilitas ibadah.

“Ini adalah data sementara karena pendataan masih berlangsung. Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat,” kata Sutopo melalui pesan Whatsapp yang diterima Analisadaily.com, Senin (20/8).

Dari 10 orang meninggal dunia akibat gempa 6,9 SR berasal dari Kabupaten Lombok Timur 4 orang, Sumbawa Besar 5 orang, dan Sumbawa Barat 1 orang. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, ESDM, dan relawan masih melakukan evakuasi.

Saat kejadian gempa masyarakat banyak yang berada di luar rumah dan di pengungsian sehingga tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Namun, rasa trauma guncangan gempa, menyebabkan masyarakat memilih berada di luar rumah.

Korban meninggal sebagian karena tertimpa bangunan roboh dan sebagian karena serangan jantung kaget menerima guncangan gempa yang keras.

Rentetan Gempa Bumi

Dampak gempa 6.5 SR yang mengguncang Lombok Timur pada 19 Agustus 2018 sekitar pukul 11.06 WIB juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.

Berdasarkan pendataan hingga Minggu sore sebelum gempa 6.9 SR, tercatat 2 orang meninggal dunia, 1 orang luka, 1.700 unit rumah rusak dimana 1.054 rusak berat dan 646 rusak ringan, dan 5 bangunan publik rusak.

Tentu hal ini makin menyebabkan derita dan kesedihan mendalam masyarakat Lombok yang terus diguncang gempa. Data di atas adalah data yang terpisah dari dampak gempa sebelumnya.

Sebelumnya Lombok Timur diguncang gempa 6.4 SR pada 29 Juli 2018 dan gempa 7 SR 5 Agustus 2018 yang juga menimbulkan korban dan kerusakan.

Gempa susulan dari gempan 6.9 SR masih terus berlangsung. Tercatat 101 kali gempa susulan sudah berlangsung dengan 9 kali gempa dirasakan hingga 20 Agustus 2018 pukul 11.00 WITA.

Masyarakat dihimbau tetap tenang dan waspada. Jangan terpancing pada isu-isu atau berita yang menyesatkan. Saat ini, masih marak hoax di Lombok dan Sumbawa.

Tim SAR Gabungan menghantarkan bantuan logistik kepada pengungsi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (20/8)

Tim SAR Gabungan menghantarkan bantuan logistik kepada pengungsi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (20/8)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar