Pemprovsu Bedah Rumah Tak Layak Huni

Pemprovsu Bedah Rumah Tak Layak Huni

Gubernur SUmut, Edy Rahmayadi (Ist)

(rel/rzd)

Senin, 9 September 2019 | 22:16

Analisadaily (Labuhan Batu Utara) - Untuk mewujudkan Sumatera Utara (Sumut) yang maju, aman, dan bermartabat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) konsisten membantu masyarakat kurang mampu. Antara lain melalui program bedah rumah tidak layak huni.

Tahun 2019, setidaknya ada 11.912 rumah tidak layak huni di Sumut yang akan mendapat bantuan program bedah rumah. Jumlah tersebut terdiri atas 610 unit dari dana APBD Sumut dan 11.127  unit dari dana APBN, serta 175 unit kontribusi pengembang perumahan (REI dan APERSI).

Program bedah rumah ini juga selaras dengan visi misi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dan Wakil Gubernur (Wagub), Musa Rajekshah, antara lain mewujudkan masyarakat Sumut yang bermartabat dalam kehidupan, karena memiliki iman dan takwa, tersedianya sandang pangan yang cukup, dan rumah yang layak.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT, atas terlaksananya program bedah rumah ini. Semoga program bedah rumah ini dapat membantu saudara-saudara kita untuk memiliki rumah yang layak huni,” kata Edy, Senin (9/9).

Selain untuk tempat tinggal dan istirahat, keberadaan rumah layak huni sangat penting untuk pembinaan keluarga. Melalui rumah layak huni yang nyaman, diharapkan terbangun keluarga yang sehat dan sejahtera.

Rumah layak huni diharapkan akan mendatangkan kenyamanan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, sehingga kehidupan dalam berkeluarga menjadi tentram, rukun, aman, dan bahagia.

Selain itu, rumah layak huni yang bersih dan sehat, juga akan mewujudkan keluarga yang sehat dan kuat. Serta menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan beraktivitas di rumah.

“Sehingga pada akhirnya, melalui program ini kita berharap akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkualitas dan berdaya saing, yang mampu berperan membangun daerah ini dimasa mendatang,” harap Edy.

Kepala Dinas Perkim Sumut, Ida Mariana Harahap menyampaikan, untuk program bedah rumah yang bersumber dari APBD Sumut, masing-masing penerima bantuan akan mendapatkan bantuan Rp 26 juta/unit ditambah Rp 4 juta untuk ongkos tukang.

Sementara program dari APBN masing-masing akan mendapatkan Rp15 juta/unit ditambah Rp 2,5 juta untuk ongkos tukang.

“Untuk mendapatkan program ini, masyarakat harus memenuhi syarat, antara lain berpenghasilan rendah atau MBR, dan memiliki kemampuan berswadaya, agar punya rasa memiliki yang kuat atas rumah, karena bantuan atau kesempatan tidak datang 2 kali,” jelas Ida Mariana.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar