Pemprov Sumut Inginkan Kerjasama Mitigasi Berbasis IT Dengan Jepang

Pemprov Sumut Inginkan Kerjasama Mitigasi Berbasis IT Dengan Jepang

Gubsu dan beberapa kepala daerah di Sumut bertemu Pemerintah Jepang untuk bahas kerjasama atasi bencana, Sabtu (2/12)

(jw/eal)

Sabtu, 2 Desember 2017 | 14:36

Analisadaily (Jepang) - Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menginginkan kerjasama mitigasi berbasis Informasi Teknologi (IT) dengan Pemerintah Jepang.

"Kita menginginkan adanya kerjasama mitigasi dengan Pemerintah Jepang dalam waktu dekat," ucap Tengku Erry usai pertemuan studi kebencanaan di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT), Biro Pembangunan Daerah Kanto, Tone River Water System Sabo Office di bawah kaki Gunung Asama, 145 km dari Kota Tokyo, Sabtu (2/12).

Tengku Erry menyebut, kerjasama ini penting dan harus ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana.

"Kita sama-sama mengetahui bahwa Jepang dan Sumut merupakan daerah rawan bencana," tutur Erry.

Sumut terdapat gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini, yakni Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. "Tidak hanya bencana letusan gunung berapi, Sumut juga memiliki risiko tinggi untuk terpapar dan terkena bencana alam lainnya seperti banjir, longsor dan gempa," ungkap Gubsu.

Menurut Tengku Erry, seluruh daerah di Jepang yang merupakan titik rawan bencana dipantau langsung CCTV dan dikontrol melalui command center.

"Deteksi dini dengan penerapan teknologi canggih di Jepang ini sebagai upaya mengurangi jumlah korban akibat bencana," jelas Erry.

Untuk itu, Pemprov Sumut mengambil sikap dengan memprioritaskan program pengurangan risiko bencana, diantaranya penguatan kelembagaan khususnya organisasi perangkat daerah yang mengurus kebencanaan dan pengintegrasian pengurangan risiko kedalam rencana tata ruang wilayah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

"Kami bersama Bupati dan Walikota saling ingat-mengingatkan bahwa urusan penanggulangan bencana harus menjadi urusan strategis dan prioritas dalam perencanaan dan anggaran Pemda. Hal itu dalam upaya mengantisipasi dan meminimalisir penderitaan rakyat akibat bencana, juga meminimalisir jatuhnya perekonomian yang telah dibangun berpuluh-puluh tahun," jelasnya.

Dalam pertemuan itu Pemerintah Jepang diwakili Deputy Director General Global ICT Strategy Bureau Ministry of Internal Affairs and Communications, Yasufumi Tsubaki.

Yasufumi menyambut baik kerjasama tersebut. Sementara Tengku Erry didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu dan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk. Ikut juga Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis dan Kepala BPBD Kota Medan, Arjuna Sembiring.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar